Aparat polisi memeriksa korban tewas yang diduga teroris dalam kontak senjata di lintasan jalan negara, Leupung, Kecamatan Leupung, Kabupaten Aceh Besar, Jumat (12/3). ANTARA/Ampelsa
Topik
Infografis
Dana Teroris Aceh Berasal Dari Ganja
TEMPO Interaktif, Jakarta - Pemerhati masalah terorisme Mardigu Wowiek Prasantyo menyatakan bahwa dana operasional para teroris yang bermarkas di Aceh kemungkinan besar berasal dari penjualan ganja. "Aceh itu kan kaya akan ganja, apalagi untuk dana operasi teroris itu memakan biaya yang besar," papar Mardigu di Warung Daun Cikini dalam diskusi "Polemik Masalah Terorisme", hari ini.
Mardigu membandingkan gerakan troris di Luar Negeri ,"Afghanistan misalnya, suplai dana teroris disana berasal dari penjualan opium, hal serupa juga terjadi di Amerika Latin," ujarnya.
Pelatihan teroris di Aceh, Mardigu menambahkan, memerlukan dana yang cukup besar. Imam Samudra misalnya pernah merampok toko emas untuk kegiatan teroris kelompok mereka. Hal serupa pernah dilakukan oleh Noordin M Top dengan merampok toko handphone untuk kelangsungan aksinya.
"Melihat Aceh yang kaya akan ladang ganja, pelatihan tersebut pasti dibiayai dengan penjualan ganja secara terlarang," kata Mardigu.
Ketika Mardigu mempersoalkan dana teroris itu diduga dari penjualan ganja, Azwar Abu Bakar, mantan Pelaksana Tugas Gubernur di Aceh, anggota Komisi I DPR dari fraksi PAN, yang hadir dalam diskusi itu menjawab, "Ganja memang mudah didapatkan di Aceh, tapi sulit untuk dibawa keluar," Papar Azwar
Gustidha Budiartie
Web via