foto

Siswa saat mengikuti Ujian Nasional. Tempo/Tony Hartawan



Jaga Ujian Nasional, Polisi Fokus Pada Tempat Fotocopy  

TEMPO Interaktif, Malang - Kepolisian Resort Kota (Polresta) Malang menggelar Operasi Cendekia untuk mengantisipasi adanya pelanggaran dalam pelaksanaan Ujian Nasional tahun ini. Dalam operasi ini, Polisi akan memfokuskan pengamanan pada telepon genaggam dan tempat fotocopy. "Telepon genggam untuk antisipasi sms kunci jawaban dan tempat fotocopy untuk memantau kemungkinan penggandaan soal," kata Kepala Bagian Bina Mitra Polresta Malang, Kompol Suhartini Eko, Sabtu (13/3).

Operasi Cendekia akan melibatkan sebanyak 268 personil. Dari jumlah itu, 88 personil mengawasi ujian nasional SMA, 108 personil untuk pengamanan SMP sederajat, dan 20 personel cadangan. Personel cadangan ini disiapkan untuk mengantisipasi jika ada siswa yang mungkin mengikuti ujian di rumah sakit atau di rumah.

Polisi mulai melakukan pengamanan sejak naskah keluar dari percetakan hingga pembagian naskah saat ujian berlangsung. Sebelum dibagikan, naskah terlebih dahulu disimpan di Polresta Malang.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Malang Shofwan meminta sekolah untuk melarang siswa membawa telepon genggam ke sekolah saat pelaksanaan ujian nasional. "Jika perlu, larangan membawa telpun genggam harus dilakukan mulai sekarang," katanya.

Koordinator Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA Kota Malang Suharno mengatakan larangan membawa telpun genggam saat pelaksanaan ujian nasional sudah disosialisasikan ke siswa. Namun, tak bisa melarang membawa telpun genggan ke sekolah di luar pelaksanaan ujian nasional.

BIBIN BINTARIADI