Menteri ESDM Darwin Zahedy Saleh mengupayakan kebijakan melarang penggunaan BBM bersubsidi untuk kendaraan pribadi terkait dengan harga minyak mentah dunia yang terus beranjak naik. Tempo/Dinul Mubarok
Topik
YLKI Dukung Kendaraan Pribadi Tak Konsumsi BBM Bersubsidi
TEMPO Interaktif, Jakarta - Ketua Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi mendukung rencana pemerintah melarang penggunaan bahan bakar minyak bersubsidi untuk kendaraan pribadi. Namun, ada syaratnya, pemerintah harus menyediakan transportasi umum yang baik sebagai pilihan alternatif transportasi dalam kota.
"Kalau bisa diterapkan itu bagus, karena subsidi BBM sangat besar," kata Tulus dihubungi Tempo, Sabtu (13/3).
Menurutnya, subsidi memang seharusnya diberikan kepada masyarakat yang tidak mampu, bukan untuk orang kaya. "Sudah punya mobil kok masih disubsidi, itu kan tidak adil," tambahnya.
Lebih lanjut, Tulus berharap pemerintah dapat lebih memperhatikan masalah pengawasan jika kebijakan ini nantinya akan diterapkan. "Kontrol dilapangan nantinya akan sangat sulit," tutur Tulus.
Namun, Tulus mengatakan pemerintah juga harus menyediakan sarana transportasi umum dalam kota yang baik sebagai pilihan bagi para pemilik kendaraan pribadi yang nantinya harus membeli BBM dengan harga lebih mahal karena tidak lagi disubsidi.
"Manajemen transportasi umum yang baik harus ada," ujar Tulus, "berdasarkan survei sebenarnya para pemilik kendaraan mau menggunakan transportasi umum untuk di dalam kota asalkan infrastrukturnya baik, murah, nyaman, dan mudah diakses."
Dari hasil riset yang dipublikasikan International Association of Traffic and Safety Sciences (IATSS) pada tahun 2007 yang berjudul "A Reflection of Motorization and Public Transport in Jakarta Metropolitan Area" disebutkan bahwa transportasi umum yang ada di Jakarta, baik secara kualitas maupun kuantitas, tidak dapat memenuhi kebutuhan dari masyarakat sehingga penggunaan kendaraan pribadi menjadi semakin meningkat.
Oleh karena itu, menurut Tulus, dana yang tadinya digunakan untuk subsidi BBM harus digunakan untuk membangun transportasi umum yang baik. "Dana subsidi harus dialihkan ke transporasi massal, jangan digunakan untuk hal-hal lainnya lagi," tambahnya.
Seperti diberitakan, Jumat kemarin (12/03), Menteri Energi dan Sumber daya Mineral, Darwin Zahedy Saleh, mengatakan bahwa pemerintah serius untuk mengupayakan kebijakan yang akan melarang penggunaan BBM bersubsidi untuk kendaraan pribadi terkait dengan harga minyak mentah dunia yang terus beranjak naik.
NALIA RIFIKA