(AP Photo/Victor R. Caivano)
Topik
Ini Dia Pendongkrak Hasrat Seks yang Loyo
TEMPO Interaktif, Teheran - Bila hasrat seks perempuan loyo, padahal masih muda, bisa jadi dia mengalami HSDD atau hypoactive sexual desire disorder. Gejalanya secara terus-menerus ia memiliki dorongan seksual yang rendah, dan ini bisa menimbulkan masalah hubungan suami-istri. Sebuah penelitian di Universitas Shahid Beheshti, Teheran, Iran menunjukkan, obat antidepresi, bupropion, diyakini dapat memperbaiki gangguan ini.
Dalam studi yang dipublikasikan BJU International versi daring pertengahan Februari 2010, para peneliti Iran menemukan bahwa bupropion (Wellbutrin SR) meningkatkan dorongan seks di antara 116 wanita dengan HSDD yang mengonsumsi obat ini selama 12 minggu. Fungsi seksual mereka meningkat dua kali lebih tinggi dibandingkan dengan 116 perempuan lain yang diberi plasebo (istilah obat yang dibuat tanpa bahan kimia).
Dalam beberapa kasus, rendahnya dorongan seksual berkaitan dengan kondisi kesehatan seseorang seperti depresi, atau efek samping dari beberapa obat, seperti obat tekanan darah tinggi.
"Studi lebih lanjut diperlukan untuk lebih menjelaskan peran bupropion dalam mengatasi HSDD," kata Dr. Mohammad Reza Safarinejad, yang memimpin penelitian ini.
Menurut para peneliti tersebut, tidak ada pengobatan untuk HSDD yang diterima secara luas oleh perempuan. Di Eropa, ada Intrinsa yang disetujui untuk pengobatan HSDD pada wanita menopause, tapi ini tidak disetujui di Amerika Serikat.
Safarinejad mengatakan bahwa penelitiannya telah menunjukkan bupropion SR untuk meningkatkan fungsi seksual pada wanita yang mengalami efek samping penggunaan antidepresi lain yang dikenal sebagai selective serotonin reuptake inhibitor (SSRI). Penurunan libido merupakan efek samping dari penggunaan SSRI, yang meliputi obat-obatan seperti sertraline (Zoloft), paroxetine (Paxil) dan fluoxetine (Prozac).
Penelitian ini belum menjawab secara pasti mengapa bupropion bisa meningkatkan fungsi seksual. "Studi ini tidak menerima pendanaan dari industri obat," kata Safarinejad.
Sexual Health News/Ngarto Februana