foto

Reog Ponorogo. Akan mewarnai kirab tolak bala nasional di Kelenteng Ho Tong Bio.


Topik


Kelenteng Banyuwangi Gelar Kirab Tolak Bala Nasional  

TEMPO Interaktif, Banyuwangi - Panitia ulang tahun Kelenteng Ho Tong Bio ke-226 akan menggelar kirab tolak bala (cie saw) nasional pada esok hari. Kirab yang diselenggarakan kelenteng di Banyuwangi, Jawa Timur, itu akan diikuti 22 Kelenteng dari Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Bali.

Kirab nasional ini mengusung semangat pluralisme budaya dengan menampilkan berbagai tradisi tanah air, seperti Reog Ponorogo dan Barongan. Kordinator Seksi Ritual Weoi Peng Gie mengatakan, kirab tolak bala ini untuk mendoakan supaya Indonesia terlepas dari segala petaka dan bencana. "Supaya masyarakat menjadi sejahtera," kata dia hari ini.

Kirab nasional ini menjadi puncak perayaan ulang tahun kelenteng yang telah dimulai sejak kemarin. Acara lainnya berupa pergelaran wayang kulit, barongsai, donor darah massal, pertandingan bulu tangkis, futsal, tenis meja, dan pembagian sembako.

Kelenteng Ho Tong Bio (Kuil Perlindungan Cina) didirikan pada 1784 dan menjadi tempat suci tertua yang dipersembahkan untuk Konco, leluhur dewa yang bergelar Leluhur Balemboan atau Wainanmeng Gongzu. Kelenteng ini memiliki cabang di sembilan kota/kabupaten lain, yakni Rogojampi (Banyuwangi), Besuki (Situbondo), Probolinggo, Jembrana, Buleleng, Kuta, Tabanan dan Ampenan (Bali).

IKA NINGTYAS