foto

Pemuda Hizbut Tahrir Indonesia, mengibarkan bendera menyambut tahun baru 1431 Hijriyah, di depan Mesjid Asy-Syuhadak, Pamekasan, Madura, Jawa Timur, Jumat (18/12). ANTARA/Saiful Bahri


Topik


Hizbut Tahrir Tolak Kedatangan Obama ke Indonesia  

TEMPO Interaktif, Surakarta -Sekitar seratus orang anggota Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) se-eks Karesidenan Surakarta, Jawa Tengah, Ahad (14/3), menggelar aksi menolak kedatangan Presiden Amerika Barack Obama ke Indonesia. Mereka menilai, sosok Obama tidak jauh berbeda dengan presiden sebelumnya, George W. Bush. Misalnya, Obama belum menarik pasukannya dari Irak hingga sekarang. Bahkan, Obama malah menambah 30 ribu pasukan ke Afghanistan.

"Karena itu, kedatangan Obama ke Indonesia harus ditolak," ujar humas HTI Surakarta Nur Alam, kepada wartawan di sela-sela aksi, Ahad (14/3).

Dia menambahkan, Indonesia dalam pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 telah jelas-jelas menolak segala bentuk penjajahan. Sementara, di sisi lain, Amerika sudah melakukan penjajahan di Irak dan Afghanistan. "Sebagai bentuk paling ringan dari menolak penjajahan adalah dengan menolak kehadiran presiden dari negeri penjajah, yaitu Presiden Obama," kata Nur Alam.

Kedatangan Obama, ia melanjutkan, juga hanya untuk melanggengkan penjajahan secara ekonomi dan ideologi kepada Indonesia. Obama, menurut Nur Alam, ingin memastikan bahwa Indonesia tetap menjadi sekutu Amerika. Sebab, Indonesia merupakan pasar utama produk-produk Amerika, kaya sumber daya alam, dan banyak perusahaan Amerika yang beroperasi di Indonesia.

UKKY PRIMARTANTYO