foto

TEMPO/Prima Mulia


Topik


Hizbuth Tahrir Khawatirkan Misi Kunjungan Obama  

TEMPO Interaktif, Makassar - Kedatangan Presiden Amerika Serikat Barack Obama ke Indonesia pada 20-22 Maret mendatang disikapi oleh Hizbuth Tahrir Indonesia (HTI) dengan melakukan aksi unjuk rasa di sejumlah kota. Di Makassar, Ahad (14/3) ini, kelmpok tesebut mengajak masyarakat untuk menolak kedatangan tamu resmi pemerintah Indonesia tersebut.

Hizbuth Tahrir menilai Obama adalah presiden yang belum mampu mendamaikan dunia, khususnya negeri-negeri muslim, seperti Irak dan Afganistan. Prestasi Obama di dunia internasional, kata mereka, hanya menambah jumlah pasukan perang di negara konflik.
Menurut Hizbuth Tahrir, sekitar 30 ribu tentara AS telah dikirim ke Afganistan, Irak, dan Somalia.

Selain itu, mereka juga menuding AS menolak proposal pengurangan gas emisi rumah kaca pada 2020. "Kami tidak menginginkan Presiden SBY melakukan kerja sama dengan AS," kata Irwan, salah seorang pengunjuk rasa, di Monumen Mandala Makassar.

Menurut juru bicara Hisbuth Tahrir, Muhammad Ismail Yusanto, kunjungan Obama tak sekedar bernostalgia dan jamuan kenegaraan. Ismail juga menuduh Obama membawa misi merampas sumber daya alam Indonesia.

Aksi damai Hizbuth Tahrir  berlangsung sejak pukul 08.00 pagi. Massa berangkat dari Masjid Al Markaz di Jalan Masjid Raya. Sebagian di antara mereka berjalan kaki dan sebagian lainnya bermobil menuju Monumen Mandala di Jalan Sudirman. Jumlah pengunjuk rasa sekitar 1.500 orang.

ARDIANSYAH