Empat Tewas dan Belasan Orang Luka-luka

TEMPO Interaktif, Bandar Lampung -Empat tewas dan belasan korban luka akibat tabrakan antara sebuah mobil pick up dan truk fuso di Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) Natar, Lampung Selatan, Sabtu (14/3) malam. Penyebab kecelakaan diduga karena sopir pick up kebingungan dan panik ketika dari arah belakang muncul truk fuso yang melaju kencang.

Menurut Sriyati, salah seorang korban yang menderita luka parah, mobil pick mengangkut 23 warga Lampung Timur yang akan menuju tempat pemandian air panas di Desa Merak Batin, Natar, Lampung Selatan. Mereka sengaja berangkat pada malam hari, agar lokasi pemandian air panas tidak terlalu ramai, seperti pagi atau sore hari.

“Ketika sampai di daerah Natar, sopirnya bingung dimana harus berbelok menuju tempat pemandian. Kami juga tidak tahu lokasi persisnya,” kata Sriyati yang kini tengah dirawat di ruang kecelakaan wanita Rumah Sakit Umum Abdul Muluk, Bandar Lampung.

Sopir pick up kemudian memutuskan untuk berbalik arah di depan Markas Polsek Natar, karena merasa lokasi pemandian air panas sudah terlewat. Saat berbelok tersebut, sopir tidak melihat ke belakang. “Ketika itulah datang truk fosu dari belakang yang melaju kencang. Sopir yang kebingungan malah berhenti di tengah jalan, sehingga terjadilah tabrakan itu,” ungkap Sriyati.

Akibat kecelakaan tersebut, empat penumpang tewas di tempat, belasan penumpang lainnnya menderita luka, baik luka parah maupun luka ringan. Semua korban luka masih dirawat di RSU Abdul Muluk, Bandar Lampung. Sementara empat korban tewas sudah dibawa dibawa keluarga maisng-masing ke rumah duka di Lampung Timur.

Sementara itu Kepala Polsek Natar, Ajun Komisaris Polisi Zulkarnain, mengatakan, polisi sudah menahan sopir truk untuk menjalani pemeriksaan. Barang bukti berupa truk fuso pick up juga sudah diamankan di markas Polsek Natar, Lampung Selatan. “Saat ini kami masih mengejar sopir pick up yang melarikan diri sesaat setelah kecelakaan,” ujar Kapolsek.

Zulkarnain menambahkan, di lokasi kejadian memang sangat rawan terjadi kecelakaan, karena rata-rata kendaraan melaju dengan kecepatan kencang. “Saya menghimbau agar pengemudi kendaraan yang melintas di Jalinsum Natar, terutama pada malam hari, untuk tidak melaju terlalu kencang dan memperhatikan rambu-rambu lalu lintas," katanya.

NUROCHMAN ARRAZIE