Jembatan Kereta Api Roboh Diterjang Arus Sungai

TEMPO Interaktif, Padang -Jembatan Kereta Api DH 134 di kilometer 59 Sicincin ke arah Kayu Tanam, Kabupaten Padang Pariaman Sumatera Barat roboh setelah dua pilar penyangga jembatan ambruk diterjang derasnya arus sungai. Akibatnya rel sepanjang 45 meter menggantung di antara dua penyangga yang roboh ke sungai.

Kepala Humas PT KAI Divisi Regional II, Syafrial Romeo, yang dihubungi Ahad tadi (14/3), mengatakan jembatan roboh akibat hujan lebat yang mengguyuri sekitar kawasan itu. Akibat hujan lebat itu, arus sungai yang deras merobohkan jembatan kereta api pada Sabtu (13/3) dini hari pukul 03.00 WIB.

Selain merobohkan jembatan DH 134, terjangan air juga merusak jembatan DH 126, namun tidak terlalu parah. "Kerugian diperkirakan Rp4 miliar. Perbaikannya memakan waktu empat bulan karena harus membangun jembatan yang baru,” kata Syafrial Romeyo.

Jembatan kereta api di Sicincin ini adalah jalur yang direncanakan untuk kereta api wisata dari Padang. Jalur yang melewati Kawasan Lembah Anai ini rencananya akan diresmikan April mendatang.

Bahkan pertengahan Desember lalu 5 gerbong baru dari Departemen Perhubungan senilai sekitar Rp12 miliar sudah dikirim ke Padang untuk mendukung beroperasinya rute kereta api jalur Padang-Lembah Anai.

Rute kawasan wisata ini punya keistimewaan karena kereta api akan ditarik lokomotif khusus. Kekhususan itu diperlukan untuk rel yang menanjak tajam seperti kawasan Lembah Anai yang tinggi dan terjal sepanjang 33,8 kilometer. Kereta akan melewati jembatan kereta api yang menghubungkan antara puncak bukit dengan puncak bukit lainnya dengan ketinggian jembatan 50 meter.

Penumpang dari atas kereta api akan disuguhi panorama alam Lembah Anai dengan air terjunnya.

Syafrial Romeyo memastikan rute Padang-Kayu Tanam yang semula dijadwalkan diresmikan April mendatang belum bisa digunakan karena menunggui perbaikan jembatan kereta api di Sicincin.

Febrianti