Pelatih Teroris di Aceh Masih Buron

TEMPO Interaktif, Jakarta -Polisi masih memburu pelatih kelompok teroris yang berlatih di Aceh Besar. Menurut sumber <I>Tempo</I>, para pelatih itu adalah Mustapha, Hamzah, Sulaiman, Zubair, Abu Aiman, Kaisan, Ibnu Jahsin, Hanifah, Jafar Sodiq, Hanzolah, dan Utbah.

Sebelumnya, Tim Detasemen Khusus 88 Antiteror sudah menyebarkan tujuh nama teroris dalam daftar pencarian orang kepada masyarakat Aceh. Mereka adalah Abu Yusuf, Ubaid, Ziad, Tono, Abu Rimba, dan Usman.

“Mereka melatih sekitar 50 anggota kelompok teroris di Aceh Besar,” ujar dia kepada <I>Tempo</I>, Minggu (14/3). Para pelatih yang datang langsung dari Moro, Mindanau, Filipina Selatan ini, bertugas melatih cara menembak jitu (sniper) dan melakukan serangan dengan bom mobil. “Mereka sudah memberi latihan sejak 5 Januari 2010 di Aceh Besar.”

Pada awal latihan, lanjutnya, Dulmatin sempat datang ke Aceh untuk mendampingi anggota teroris yang datang dari Pamulang, Pandeglang, Depok, dan Lampung. Bahkan sejak 2009, Dulmatin dan kelompoknya kerap melakukan perampokan dan penculikan di Aceh untuk mencari dana fa'i (uang hasil kejahatan) untuk operasi teroris.

Dulmatin juga yang melakukan serangan granat di kantor wakil bupati Bireun, rumah mantan Panglima GAM Muzakir Manaf, dan penculikan pengusaha Cina. “Itu semua dilakukan untuk mengumpulkan dana fa'i,” ujarnya.

Saat ini, lanjut dia, para pelatih itu belum keluar dari Aceh. Mereka masih bergerilya di dalam hutan. “Mereka sudah hapal medan di Aceh, tidak seperti anggota kelompok yang tertangkap polisi.” Dan untuk mencari para teroris tersebut, hari Senin ini, polisi kembali mengirim Yudi Zulfahri alias Bara dan Sofyan ke Aceh Besar.

Mereka diterbangkan untuk merekontruksi tempat latihan kelompok teroris dan rumah persembunyian (<I>safe house</I>). Yudi merupakan pemuda asal Aceh yang diduga sebagai rekrutan pertama Dulmatin untuk mengikuti latihan militer dan terorisme di Aceh. Sedangkan Sofyan berasal dari Depok dan diduga sebagai pemasok senjata latihan di Aceh Besar. Keduanya ditangkap dalam penggerebekan teroris di Aceh Besar.

Selain para pelatih itu, Densus 88 juga mengejar para pemimpin kelompok teroris Aceh, yakni Zulkarnaen, Umar Patek, dan Heru Kuncoro. “Saat ini mereka sudah di Aceh,” ujarnya. Sebelumnya, mereka berada di Filipina Selatan bersama Anjengan Jaja, pemimpin Ring Banten. Namun Jaja tewas dalam penggerebekan Jumat pekan lalu.[]


CORNILA DESYANA