Barack Obama. REUTERS
Topik
Infografis
Kunjungan Obama Mundur, Indonesia Maklum
TEMPO Interaktif, Jakarta - Juru bicara Kementerian Luar Negeri, Teuku Faizasyah, menyatakan bahwa pemerintah Indonesia memaklumi keputusan Presiden Amerika Serikat Barack Obama mengundurkan jadwal kunjungannya ke Indonesia. “Kami memahami perubahan jadwal baru itu, dan kini pemerintah Indonesia dan Amerika Serikat terus berkoordinasi,” katanya kemarin.
Juru bicara Gedung Putih, Robert Gibbs, mengatakan Presiden Obama mengundurkan jadwal kunjungannya ke Indonesia, Guam, dan Australia dari 18 Maret menjadi 21 Maret. Penundaan tersebut dilakukan agar Gedung Putih bisa merampungkan pembahasan rancangan undang-undang kesehatan di parlemen.
Penundaan itu dipastikan akan berdampak pada jadwal kunjungan Obama ke Indonesia. Seperti dikutip The New York Times, Obama dikabarkan tak cuma setuju menunda keberangkatannya, tapi juga memperpendek perjalanan dinasnya.
Faizasyah mengatakan, tanggal kedatangan Obama belum ditentukan sebelumnya. ”Dengan pemberitahuan ini, berarti sudah ada kepastian bahwa kunjungan akan dimulai pada 21 Maret mendatang,” katanya. Pemerintah sebelumnya hanya diberi tahu bahwa kunjungan akan dilakukan pada minggu ketiga Maret.
Hingga saat ini, kata Faizasyah, Kementerian Luar Negeri belum mengantongi jadwal kunjungan Obama, termasuk perubahan agenda yang mungkin dilakukan. ”Tapi komunikasi tetap jalan terus,” katanya.
Di tempat terpisah, Kepala Kepolisian RI Jenderal Bambang Hendarso Danuri mengatakan kepolisian siap menyambut Obama. Bambang juga menegaskan, tak ada kaitan antara kedatangan Obama dan simulasi menghadapi serangan teroris yang digelar Kepolisian dan TNI kemarin. ”Hanya kebetulan waktunya dekat dengan jadwal kedatangan Obama,” katanya seusai simulasi di Hotel Borobudur, Jakarta.
Pengamat terorisme Mardigu Wowiek Prasantyo juga yakin, Obama tak akan menjadi target teroris dalam kunjungan kali ini. ”Tidak mungkin sesingkat itu Obama dijadikan target,” katanya dalam diskusi ”Polemik Masalah Terorisme” di Jakarta kemarin.
Adapun anggota Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat, Hidayat Nur Wahid, meminta Amerika menghargai pola pengamanan di Indonesia. ”Beri kepercayaan Indonesia untuk mengamankan sesuai dengan pola-pola yang ada,” katanya di Surakarta kemarin.
DEWI RINA | GUSTIDHA BUDIARTIE | UKKY PRIMARTANTYO
Web via