foto

TEMPO/Nurdiansah


Topik


Hermansyah Minta Peserta Kongres Bersatu Tuntut Perubahan PSSI  

TEMPO Interaktif, Jakarta - Mantan kiper tim nasional, Hermansyah, menyatakan para peserta Kongres Sepak Bola Nasional yang akan diadakan di Kota Malang, 30-31 Maret, harus bersatu untuk menuntut perubahan dalam PSSI. Menurut Hermansyah, perubahan pengurus PSSI merupakan salah satu cara untuk memperbaiki kinerja tim nasional yang akhir-akhir ini terpuruk.


“Saya optimistis para peserta akan menyuarakan tuntutan perubahan dalam kongres ini. Cuma saya perlu ingatkan agar mereka harus bersatu. Mereka jangan sampai tergoda oleh rayuran-rayuan non-teknis yang bisa membuat mereka tidak kritis lagi. Terutama untuk mantan pemain nasional. Juga jangan sampai para peserta konggres dipecah belah,” kata dia, Ahad (14/3).

Hermansyah, penjaga gawang tim nasional Garuda yang nyaris meloloskan Indonesia ke Piala Dunia 1986 di Meksiko, mengatakan PSSI membutuhkan figur-figur pemimpin baru. Kebutuhan pemimpin baru di PSSI diperlukan agar ada budaya baru dalam sepak bola Indonesia sehingga berbagai persoalan yang selama ini susah diselesaikan bisa dituntaskan dan diperbaiki.

 

Adanya para figur pemimpin baru diharapkan bisa membawa dampak positif lanjutan berupa adanya peningkatan prestasi tim nasional.

“Saat saya masih bermain untuk tim nasional, Sekjen (sekretaris jenderal) PSSI sudah dipegang Nugraha Besoes. Saya pensiun dia masih di PSSI. Juga sekarang. Apa tidak ada orang lain yang bisa menjadi sekjen dan tahu hubungan internasional dalam sepak bola,” ujar Hermansyah.

Oleh karena itu Hermansyah berharap tokoh-tokoh seperti Agum Gumelar, EE Mangindaan, Arifin Panigoro, juga Sutiyoso, mau tampil sebagai calon ketua umum PSSI. Diharapkan mereka bisa memutus benang kusut persoalan sepakbola di Indonesia selama dipegang Nurdin Halid. Mereka juga diharapkan membawa orang-orang baru dalam tubuh PSSI agar benar-benar terjadi perubahan .

“Mudah-mudahan dengan adanya pemimpin baru kita bisa punya tim nasional tangguh lagi. Dulu kita selalu mengacu pada prestasi Thailand dan Korea Selatan. Sekarang sama Vietnam saja kita tak mampu bersaing. Oleh karena itu kita harus bangkit lagi,” kata dia.

ARIS M