Peewe Gaskins Ngepunk di Makassar

 

TEMPO Interaktif, Makassar - Grup band indie populer, Peewe Gaskins yang digemari remaja mengaku akan memasyaratkan musik punk dengan nuansa yang berbeda. Band yang diawaki Dochi (bass/vokal), Aldy (drum), Ayi (gitar), Sansan (gitar/vokal) dan Omo (keyboard), sebelumnya harus mengalami pasang surut di tengah persaingan musik Indonesia dengan mengusung musik punk bernuansa pop.

"Ya namanya persaingan, kami harus tetap kompak. Kadang-kadang ada beberapa pihak yang tidak senang dengan kehadiran kami. Tapi untuk tetap eksis kami harus mencari kolam yang besar. Masa' maen di akuarium terus," ungkap Dochi saat berkunjung ke Trans Studio Makassar, kemarin.

Mereka bahkan pernah punya pengalaman buruk saat pentas di sebuah SMA hingga harus disuruh turun panggung. "Tapi bagi kami, ini adalah tantangan. Dan kami berprinsip, musik Peewe Gaskins ya kayak gini. Pihak label bahkan tidak ikut campur dalam urusan lagu kami," kata Dochi.

Band yang berawal dari festival musik ini, sebelumnya telah menghasilkan satu album mini bertajuk Album Sophomore. Pada April nanti, Pee Wee Gaskins, akan segera menggarap album kedua. "Albumnya masih rahasia, tapi lumayan juga sih sambutannya," kata Dochi.

Selama empat kali kunjungannya ke Makassar, para penyuka kuliner konro ini mengaku terkesan dengan pembangunan kota Makassar. "Kami lihat, kok perkembangannya cepat sekali. Pokoknya luar biasalah Makassar ini. Apalagi wahana Trans ini sangat menyenangkan," kata Omo.

Selama dua hari di Makassar, Peewe Gaskins menghibur pengunjung Trans Studio dengan lagu-lagu andalan mereka seperti “Di balik Hari Esok” dan “Tentukan Hari Baik”, yang diambil dari album mini pertama mereka.

ICHSAN AMIN