Parade Ogoh-ogoh Disambut Antusiasme Warga

TEMPO Interaktif, Jakarta - Parade Budaya Pergelaran Ogoh-ogoh dalam rangka perayaan Hari Raya Nyepi Tahun Saka 1932 digelar di Silang Monas Jakarta, Senin (15/3). Pawai ini akan menjadi puncak persiapan para umat Hindu sebelum melakukan upacara penyepian yang akan dimulai Selasa (16/3).

Monster Ijo, Ogoh-ogoh dari Banjar Cijantung mengawali pawai ini. Salah satu warga Cipayung, I Nyoman Artana mengatakan ini merupakan bentuk visual roh jahat yang selama ini mengganggu umat manusia. "Semuanya diarak untuk kemudian dibakar, sebagai bentuk pemusnahan segala kejahatan," katanya.

Pawai Ogoh-ogoh merupakan acara puncak dari prosesi persiapan menjelang Hari Raya Nyepi, yang disebut Tawur Kesange. Upacara semacam ini baru pertama kali digelar di Jakarta.

Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo yang hadir dalam pawai ini memastikan kegiatan seperti ini akan rutin dilakukan pada tahun-tahun mendatang. "Kami dari pemerintah akan menjamin agar upacara seperti ini dapat berlangsung terus tahun-tahun mendatang," katanya dalam sambutannya.

Pawai Ogoh-ogoh saat ini masih terus berlangsung. Akan ada sekitar 10 ogoh-ogoh yang diarak di sisi barat Monas. Para pengunjung Monas tampak antusias mengikuti pawai dan mencoba melihat dari dekat meski harus berdesak-desakan.

EZTHER LASTANIA