Penerimaan Calon PNS di Mimika Diprotes

TEMPO Interaktif, Jakarta -  Puluhan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) asal Papua, siang ini berunjuk rasa di Kantor Dinas Kepegawaian Kabupaten Mimika. Mereka memprotes kecurangan  dalam seleksi penerimaan pegawai negeri di Kabupaten Mimika.

Demonstran yang kebanyakan tidak lolos seleksi ini menilai penerimaan pegawai negeri di Kabupaten Mimika formasi 2009-2010 yang menerima 500-an pegawai baru  sarat kecurangan. Dalam aksinya, mereka menutup gerbang kantor pemerintah itu dengan spanduk warna putih bertuliskan tuntutan mereka, yang dijadikan sebagai palang pintu.

Selain berorasi, demonstran juga sempat bersitegang dengan polisi ketika polisi meminta para pendemo membuka palang kantor. “kalau tidak ada jawaban, kami akan palang kantor  ini lagi, " kata seorang demonstran.

Dari kantor Dinas tersebut, demonstran kemudian bergerak menuju Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Mimika. Karel Kum, seorang demonstran yang tidak lolos seleksi PNS menuding penerimaan pegawai negeri di Mimika  diskriminatif  “Sejak 1995 sampai sekarang, kami orang pribumi selalu tersisih. Kami mau bukti, taruh hasil dan nilai tes  di sini, kita lihat sama-sama,” kata Karel Kum.

Yohanes Tsugomol, demonstran lain menyatakan, seharusnya penerimaan pegawai negeri di Pemkab Mimika disesuaikan dengan semangat Otonomi Khusus. "Mengutamakan peluang orang asli Papua," ujarnya.

Menurut dia, salah satu bukti kecurangan itu adalah,  ada peserta yang tidak pernah ikut seleksi, tetapi dinyatakan lulus. “Calon pegawai  itu masih kuliah di Jakarta, tapi  namanya ada (lulus seleksi)," kata Yohanes.

Selama berunjuk rasa di gedung dewan itu, tak satu pun anggota dewan yang menemui demonstran. Unjuk rasa dijaga oleh puluhan polisi. Kepala Bagian Kepegawaian Mimika, Philipus Kehek, hingga siang tadi belum bisa dihubungi. 

 

Tjahjono Ep