Topik
Infografis
Penerimaan PNS Mimika Dituding Sarat Kecurangan
TEMPO Interaktif, Mimika - Puluhan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) asal Papua, Senin (15/3), melakukan aksi protes ke kantor Dinas Kepegawaian Kabupaten Mimika. Dalam aksi ini, mereka memalangi pintu masuk kantor.
Aksi dilakukan karena puluhan calon pegawai negeri asal Papua yang tidak lolos seleksi itu menilai penerimaan pegawai negeri di Kabupaten Mimika 2009-2010 yang menerima 500-an pegawai baru sarat kecurangan. Di Kantor Kepegawaian Mimika, mereka sempat bersitegang dengan petugas kepolisian yang meminta agar palang kantor dibuka.
Rampung melampiaskan kekecewaan di Kantor Kepegawaian, mereka kemudian berjalan dengan bergerombol menuju Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Mimika. Di halaman kantor Dewan, salah satu pegawai yang tidak lolos seleksi, Karel Kum, menuding penerimaan pegawai negeri di Mimika masih bersifat diskriminatif dan mengabaikan hak-hak orang Papua asli.
“Sejak 1995 sampai sekarang, kami orang pribumi selalu tersisih. Penerimaan yang delapan puluh persen, dua puluh persen mana buktinya. Taruh hasil dan nilainya di depan sini, kita lihat sama-sama,” kata Karel Kum.
Peserta demo lainnya, Yohanes Tsugomol, menyatakan seharusnya penerimaan pegawai negeri di Pemkab Mimika disesuaikan dengan semangat Otonomi Khusus dan mengutamakan peluang orang asli Papua.
Sejumlah bukti kecurangan pada penerimaan pegawai negeri di Mimika diungkap salah satu pendemo, yakni ada peserta yang tidak pernah ikut seleksi tetapi dinyatakan lulus. “Ada calon pegawai yang masih di Jakarta, masih kuliah, tapi namanya ada (lulus seleksi). Ada juga orang Papua yang dianggap sudah lewat umur, berkasnya dikembalikan, tapi ada pendatang yang juga sudah lewat umur, namanya sudah keluar (lulus),” katanya.
Setelah berorasi selama beberapa jam, tidak satupun anggota DPRD Mimika yang menemui puluhan calon pegawai negeri yang tidak lolos seleksi ini. Puluhan polisi terlihat disiagakan di halaman gedung Dewan.
Hingga berita ini diturunkan, Kepala Bagian Kepegawaian Mimika, Philipus Kehek, belum bisa dimintai konfirmasi soal dugaan kecurangan dalam seleksi pegawai negeri ini.
TJAHJONO E.P