273 Gedung Sekolah di Pamekasan Belum Bersertifikat

TEMPO Interaktif, Jakarta -  Dinas Pendidikan Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur mencatat sebanyak 273 lahan gedung sekolah dasar dan sekolah menengah pertama di kabupaten itu belum bersertifikat. Kondisi ini mengancam kelancaran proses belajar mengajar karena rawan terjadi sengketa lahan. 

"Contohnya, gedung SD Tebul dan Batu Kalangan sudah disegel warga," kata Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Pamekasan Salah Samlan,  hari ini.  Akibat penyegelan itu,  ratusan siswa di SD Batu Kalangan hampir sebulan ini menumpang belajar di emper gedung sebuah sekolah madrasah.

Dari pantauan Tempo beberapa waktu lalu, sejak disegel wargam lahan SD Batu Kalangan  dijadikan tempat gembala kambing oleh warga.

Menurut Samlan, agar kasus penyegelan tidak meluas, pihaknya telah melakukan pendataan terhadap status lahan  gedung sekolah di 13 kecamatan. Hasilnya, dari 600 lebih gedung SD dan SMP,  273  gedung  belum memiliki sertifikat tanah.

Biasanya, kata Salman, penyegelan dilakukan karena tanah tersebut dulunya milik warga, lalu  dijual ke pemerintah, namun hingga kini pemerintah belum membayar tanah tersebut.  "Sampai sekarang baru 185 sekolah yang besertifikat resmi pemerintah,"  ujarnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pendidikan Pamekasan Akhmat Hidayat mengatakan,  tahun ini, pihaknya  menyediakan dana  Rp 200 juta rupiah untuk sertifikasi  tanah  pada  21 gedung sekolah dasar. Dana itu berasal dari Dana Alokasi Khusus 2010. 

 

MUSTHOFA BISRI