Topik
Polisi Tingkatkan Pengamanan Perbatasan Jawa Timur-Jawa Tengah
TEMPO Interaktif, Ngawi – Pascatertangkapnya beberapa gembong teroris dan menjelang kedatangan Presiden Amerika Serikat Barack Obama, di Indonesia, aparat Kepolisian Resor Ngawi meningkatkan pengamanan di perbatasan Jawa Timur dan Jawa Tengah tepatnya di Jalan Raya Ngawi-Solo yang berada di Kecamatan Mantingan, Ngawi.
“Pengamanan ini untuk menjaga agar Jawa Timur tetap kondusif terutama di wilayah perbatasan. Setiap kendaraan yang masuk ke Jawa Timur kami periksa,” ungkap Kepala Kepolisian Resor Ngawi Ajun Komisaris Besar Polisi Budi Sajidin, Senin (15/3).
Budi menjelaskan selain menjaga keamanan menjelang kedatangan Presiden Amerika Serikat, pengamanan itu juga untuk mempersempit ruang gerak teroris. “Petugas memeriksa seluruh kendaraan yang masuk, barangkali ada yang digunakan untuk membawa amunisi, senjata api atau bahan peledak,” tegasnya.
Jalur perbatasan antara Jawa Timur dan Jawa Tengah tersebut memang sangat strategis karena selama ini banyak jaringan teroris yang bermukim di Jawa Tengah dan dimungkinkan lari ke Jawa Timur seiring gencarnya penangkapan dan pengamanan jaringan teroris oleh Detasemen Khusus (Densus) 88 Anti Teror.
Aparat kepolisian memberhentikan setiap kendaran yang melintas baik kendaraan pribadi maupun kendaraan umum. “Selain memeriksa identitas penumpang,petugas juga menggeledah kendaraan dan barang bawaan penumpang,” imbuh Budi.
Kepolisian Resor Ngawi mengerahkan puluhan petugas dari Satuan Intelijen, Lalu Lintas dan Samapta. Dalam menggeledah kendaraan dan penumpang, petugas juga menggunakan pendeteksi bahan peledak seperti pendeteksi bahan logam (metal detector) dan pendeteksi cermin kaca (mirror detector). Hingga berita ini ditulis, petugas belum menemukan barang yang dianggap mencurigakan.
ISHOMUDDIN