TEMPO/Wahyu Setiawan
Topik
Satuan Tugas Kobarkan Jihad Melawan Mafia Hukum
TEMPO Interaktif, Jakarta - Masuknya Indonesia ke dalam kelompok negara paling korupsi di Asia Pasifik merupakan bukti gagalnya pemberantasan mafia hukum. Hal ini diungkapkan anggota Satuan Tugas Pemberantasan Mafia Hukum Denny Indrayana dalam seminar sehari yang diadakan Gerakan Pemuda Anshor Nahdatul Ulama di kantor pusat NU, Jalan Kramat Raya, Jakarta, Senin (15/3).
"Korupsi tak akan pernah bisa diberantas jika kita tidak memberatas mafia hukum," kata Denny.
Denny mengatakan, langkah awal pemberantasan korupsi adalah dengan melakukan pemberantasan mafia hukum secara tegas. "Kami ingin gerakan pemberantasan mafia peradilan sama kuatnya dengan pemberantasan korupsi".
Karena itu Denny berharap masyarakat memiliki kesadaran bersama untuk memberantas mafia hukum sebagaimana kesadaran dalam memberantas korupsi. "Saatnya masyarakat dan media ikut ambil bagian dalam pemberatasan mafia hukum," kata Denny, "Tidak pernah terlambat kita katakan jika kita juga jihad melawan mafia hukum".
Menurut Denny, kegagalan negara meghadirkan keadilan hukum karena ada campur tangan mafia hukum. Akibatnya masyarakat begitu prihatin melihat kasus yang menimpa orang tidak berdaya seperti Prita dan Nenek Minah.
Namun Denny meningatkan bahwa pemberantasan mafia hukum bukan hal yang mudah. "Tidak mudah. Karena mafia hukum ada di hulu hingga hilir," ujarnya.
Hingga kini, lanjut dia, tidak satu hakim pun pernah ditangkap KPK. Sementara sudah ada jaksa dan polisi yang ditangkap karena melakukan kegiatan mafia peradilan seperti jaksa Urip Tri Gunawan dan polisi Suparman.
"Lawan kita sudah sangat jelas. Terang benderang," ujar Denny. Karena itu, lanjut dia, tindakan nyata harus dilakukan. "Kita sudah kebanyakan teori," katanya menambahkan.
Langkah yang dimaksud Denny adalah dengan melakukan pemberantasan secara bersama, sistematis, dan terorganisir. "Kezaliman bisa menang karena kebenaran tidak terorganisir, karena cerai berai".
Menurut Denny saat ini masyarakat mulai melihat kondisi nyata penegakan hukum di Indonesia. Mafia hukum, lanjut Denny, telah memberikan pengaruhnya di dalam penegakan hukum di Indonesia.
ANTON WILLIAM
Web via