Keberadaan Umar Patek di Aceh Masih Ditelusuri

TEMPO Interaktif, Jakarta -   Kepolisian Republik Indonesia masih menelusuri  keberadaan Umar Patek alias Mike  di Aceh.  "Kami belum melihat ke arah sana, tapi  akan terus kami  dalami," kata  Kepala Badan Reserse Kriminal, Inspektur Jenderal Ito Sumardi, di Landasan Udara Halim Perdana Kusuma, hari ini. 

Informasi keberadaan Umar Patek di Aceh lanjut  Ito, akan terus dikembangkan. Sebab, bisa saja dari info tersebut bisa dilakukan penangkapan. "Seperti Dulmatin,  bisa kami tangkap dari perkembangan info yang kami dapat," ujar Ito.

Menurut  Ito,  Umar Patek adalah  pelatih para teroris di Mindanao, Filipina. Tujuh teroris yang menjadi daftar pencarian orang (DPO) di Aceh juga diduga pernah berlatih di sana. "Namun ketujuh orang itu tidak ada yang berasal dari Mindanao," ujarnya.

Setelah kematian Asmar Usman alias Dulmatin di Pamulang, Tangerang,  Umar Patek alias Mike disebut-sebut sebagai  gembong teroris  dalam peristiwa  bom Bali I.  " Dia adalah salah satu yang kami kejar karena bagian dari kelompok teroris level satu," ujar Inspektur Jenderal Edward Aritonang, juru bicara Mabes Polri, beberapa waktu lalu.


Sutji Decilya