foto

Anggota DPR Fraksi PDIP, Panda Nababan,



Infografis

Saksi: Panda Nababan Wajibkan Pilih Miranda

TEMPO Interaktif, Jakarta - Dua saksi mengaku dalam persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi siang hingga sore tadi kalau mereka menerima instruksi dari Panda Nababan untuk memilih Miranda Gultom sebagai Deputi Senior Gubernur Bank Indonesia pada 2004.
"Waktu itu kami diinstruksikan Pak Panda wajib memilih Miranda Gultom," kata William M Tutuarima, bekas anggota Komisi IX DPR RI Periode 1999-2004 yang juga berasal dari Faksi PDIP.

William yang menerima cek pelawat sebesar Rp 500 juta dua minggu setelah pemilihan Deputi Senior Bank Indonesia tersebut menyatakan kalau saat itu dia harus mengikuti instruksi. Panda saat itu menjabat sebagai sekretaris Fraksi PDIP. "Nanti kalau saya nola saya di PAW (Peralihan Antar Waktu) kan," katanya.

Kesaksian serupa diberikan Sukardjo Hartjosoewiryo, rekan William di Komisi IX DPR dan fraksi. Sukardjo juga diperintahkan Panda untuk memilih Miranda Gultom.

Panda pula yang disebutkan William dan Sukardjo yang memperkenalkan Miranda di Hotel Dharmawangsa. "Saat itu Pak Panda bilang kita semua wajib memilih Miranda," ujar William.

Sukardjo mengatakan bahwa ia tidak ikut pertemuan di Dharmawangsa, namun ia mengaku menerima cek pelawat di ruang kerja politisi senior itu. "Saya terima di ruang Pak Panda, disaksikan Pak Emir Moeis saat itu," kata Sukardjo sambil menambahkan uang disebutkan saat itu untuk biaya kampanye.

William juga senada soal dalih biaya kampanye itu, hanya dia mengatakan menerimanya di ruang Dudhie Makmun Murod disaksikan Emir Moeis. Mendengar keterangan William tersebut Dudhie, terdakwa, membantah secara tegas dengan mempertanyakan kembali pernyataan William. "Apakah anda yakin di ruang saya, bukan ruang Pak Emir," tanya Dudhie.

William yakin dengan ingatannya. "Dari informasi yang diberikan kepada anggota fraksi, kami semua disuruh menghadap ke ruang Dudhie bukan Emir, tapi di ruang Dudhie saat itu memang sudah ada Emir Moeis," katanya.

GUSTIDHA BUDIARTIE