Ketua Badan Anggaran DPR RI Harry Azhar Aziz . Tempo/Adri Irianto
Topik
Infografis
Berlebihan Jika Pemboikotan Sri Mulyani Dianggap Ganggu Perekonomian
TEMPO Interaktif, Jakarta - Ketua Badan Anggaran DPR, yang juga politisi Partai Golkar, Harry Azhar Azis, menganggap kekhawatiran sejumlah kalangan bahwa perekonomian akan terganggu jika Menteri Keuangan Sri Mulyani diboikot dalam pembahasan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan 2010 bersama DPR adalah terlalu berlebihan. “Terlalu mengada-ada jika dibilang rencana pemboikotan ini akan mempengaruhi perekonomian,” kata Harry saat dihubungi Tempo, Senin (15/3).
Sebelumnya, sejumlah anggota Dewan mengeluarkan wacana pemboikotan terhadap Sri Mulyani dalam rapat-rapat kerja di DPR, termasuk rencana pembahasan terkait Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan 2010 antara pemerintah dan DPR. Rencana ini mendapat tentangan dari sejumlah pihak yang khawatir bahwa kebijakan pemerintah akan terhambat, yang selanjutnya akan mengganggu perekonomian.
Harry membenarkan bahwa hingga saat ini masih belum ada kesamaan sikap di antara fraksi-fraksi terkait rencana pemboikotan kedatangan Sri Mulyani itu. Bahkan, ada sejumlah fraksi yang menentang usulan tersebut. “Itu kedaulatan masing-masing fraksi. Sejauh ini, yang ada baru pendapat individu,” kata Harry.
Partai Golkar pun, ia melanjutkan, masih belum memberikan pernyataan resmi terkait rencana tersebut. “Kami masih membahas sejauh mana keputusan penyikapan Bank Century oleh DPR harus disikapi,” kata Harry.
Menurut dia, kewenangan untuk menghadirkan Sri Mulyani dalam rapat-rapat kerja di DPR sepenuhnya adalah domain Presiden. “Namun, sebaiknya Presiden cukup arif dengan mempertimbangkan pikiran-pikiran yang berkembang,” katanya.
Harry menyatakan tidak bermasalah jika nanti yang dihadirkan tetaplah Sri Mulyani. “Namun bukan berarti tidak akan ada perdebatan di antara para anggota Dewan,” katanya.
EVANA DEWI






Web via