Topik
Infografis
Pemerintah Diminta Maksimalkan Diplomasi dengan Obama
TEMPO Interaktif, Jakarta - Anggota DPR dari Fraksi Gerindra, Ahmad Muzani, mendorong pemerintah untuk memaksimalkan diplomasi kepada Presiden Amerika Serikat, Barack Obama, saat dia mengadakan kunjungan ke Indonesia pada 21 Maret mendatang.
"Kehadiran Barack Obama harus dimaksimalkan oleh pemerintah Indonesia," kata Muzani, di Gedung DPR/MPR, Senin (15/3). "Persoalannya adalah bagaimana memaksimalkan diplomasi agar kedatangan Obama bisa memberi manfaat bagi Indonesia," ia melanjutkan.
Saat ini, menurut Muzani, dia belum melihat keseriusan pemerintah untuk meningkatkan hubungan diplomatik. Hal itu ditunjukkan dengan selalu adanya kecurigaan dalam kerjasama, seperti kerjasama kesehatan dan militer, serta masih adanya embargo. "Semua ini menunjukkan bahwa keberhasilan Indonesia dalam hal diplomasi tidak ada kemajuan yang sigifikan. Diplomasi kita stagnan, tidak menghasilkan apa-apa," kata Muzani.
Contohnya, terkait dengan keberadaan Namru. Sebelumnya, Mazuni melanjutkan, Menteri Kesehatan periode terdahulu, Siti Fadilah Supari, mensinyalir adanya maksud terselubung dari keberadaan Namru. "Kita harus mempertahankan Namru jika ada manfaatnya," kata Muzani. Menurutnya, hal seperti inilah yang harus dibicarakan secara fair antara pemerintah Indonesia dengan AS. Oleh karena itu kehadiran Obama harus dimaksimalkan.
Menurut Muzani, seharusnya pemerintah Indonesia dapat menyadari keterikatan emosi Obama, mengingat sebelumnya dia pernah tinggal di Indonesia. "Seharusnya catatan personal ini dapat dijadikan sebuah start untuk membicarakan kepentingan Indonesia," kata Muzani. "Andai Obama dapat menjanjikan sebuah investasi besar, saya kira kita akan dengan senang hati menerima kedatangannya sebagai sebuah kunjungan yang luar biasa,"katanya.
EVANA DEWI
Web via