Demokrat: Hubungan dengan PDIP mendekat

TEMPO Interaktif, Jakarta - Partai Demokrat terus melakukan komunikasi secara intensif dengan PDI Perjuangan. Memang belum sampai memperluas peta koalisi pemerintahan, tapi komunikasi dilakukan untuk membina hubungan dan memperkecil perbedaan.

Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Syarifuddin Hasan, menyatakan perkembangan pascarapat paripurna DPR dan kerja panitia khususnya tentang kebijakan penyelamatan Bank Century itu usai rapat kabinet di Kantor Presiden, Senin (15/3). "Kalau koalisi masih akan dibicarakan lebih lanjut," kata Menteri Koperasi dan UKM itu.

Syarifuddin mengungkapkan, banyak anggota partai koalisi 'membangkang' pascarapat paripurna DPR yang akhirnya menyatakan ada pelanggaran dalam beberapa kebijakan terkait bailout Bank Century. Namun, dia menegaskan, Partai Demokrat belum membuat draft perubahan koalisi, selain itu adalah domain presiden. “Kami belum pernah secara formal mengajukan hal ini kepada presiden," katanya sambil menambahkan, “Yang kami lakukan hanya mengkondisikan agar situasi politik lebih baik."

Evaluasi terhadap koalisi justru ditegaskan Ketua Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrat, Andi Mallarangeng. Andi mengatakan kalau evaluasi sementara menunjukkan koalisi tidak berjalan efektif karena tidak ada satu nafas yang seirama di eksekutif dan di parlemen. "Kami sedang memikirkan bentuk koalisi yang tepat yang sebenarnya," kata Menteri Pemuda dan Olahraga itu.

Ditanya soal kemungkinan masuknya PDI Perjuangan dalam koalisi, Andi hanya bilang semua semua partai politik adalah sahabat. "Karena itu komunikasi jalan terus termasuk dengan PDIP, tapi bagaimana kearah mana komunikasi itu, terlalui dini itu untuk mengatakannya," kata Andi.

Menanggapi hasil evaluasi itu, bekas Presiden Partai Keadilan Sejahtera Tifatul Sembiring yang kini menjabat Menteri Negara Komunikasi dan Informatika mengatakan, PKS tidak cemas. "Ya silahkan saja, hak masing-masing partai mengusulkan, tidak ada masalah," katanya.

PKS, bersama Golkar, adalah anggota koalisi yang kentara tidak sekubu dengan Partai Demokrat di parlemen dalam kasus Bank Century.

(EKO ARI WIBOWO)