Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Jawa Timur. TEMPO/Nurdiansah
Topik
Perayaan Nyepi, Pelabuhan Ketapang Mulai Tutup 24 Jam
TEMPO Interaktif, Banyuwangi - Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Jawa Timur, yang melayani penyeberangan ke Pelabuhan Gilimanuk, Ketapang, ditutup pada Senin (15/3) jam 23.00 WIB lalu. Penutupan tersebut untuk menghormati pelaksanaan Hari Raya Nyepi oleh umat Hindu di Bali, Selasa (16/3).
Pelabuhan Ketapang akan kembali beroperasi pada Rabu (17/3) mendatang pada jam 04.00 WIB.
Dari pantauan, sejumlah kapal jenis fery dan kapal barang (landing craft tank) bersandar di Pelabuhan Ketapang. Kondisi pelabuhan lengang. Tak ada calon penumpang telantar maupun kendaraan parkir, meskipun PT Angkutan Sungai, Danau dan Penyeberangan telah menyediakan lahan parkir bagi pemilik kendaraan yang terlambat menyeberang.
Seluruh penumpang baik dari Pelabuhan Gilimanuk, Bali, atau sebaliknya telah terangkut. Menjelang pelabuhan ditutup, penumpang dari Bali mengalami peningkatan. Mereka didominasi penumpang yang menggunakan sepeda motor.
Abhar, 26 tahun, salah seorang penumpang mengatakan, ia memanfaatkan liburan Nyepi selama tiga hari ini untuk pulang ke kampung halaman di Situbondo, Jawa Timur. "Kalau Nyepi, di Bali sepi," kata wiraswasta dari Denpasar ini.
Aris, 32, seorang ibu rumah tangga mengatakan, ia memilih pulang ke rumah suaminya di Banyuwangi untuk menghabiskan libur Nyepi. "Rabu besok baru pulang," katanya.
Kepala Bagian Operasional PT ASDP Ketapang, Saharuddin Koto, mengatakan kenaikan penumpang dari Bali naik 15 persen dibandingkan hari normal. PT ASDP, kata dia, mengoperasionalkan 28 kapal untuk melayani seluruh penumpang dan angkutan barang.
IKA NINGTYAS





