Aparat polisi memeriksa korban tewas yang diduga teroris dalam kontak senjata di lintasan jalan negara, Leupung, Kecamatan Leupung, Kabupaten Aceh Besar, Jumat (12/3). ANTARA/Ampelsa
Topik
Infografis
Tujuh Teroris Belum Tinggalkan Aceh
TEMPO Interaktif, Jakarta - Anggota jaringan terorisme yang lolos dari penyergapan di Lamkabeu, Aceh Besar Jumat pekan lalu di prediksi belum meninggalkan Aceh. "Mereka akan menyembunyikan identitas dan melakukan penyamaran di masyarakat Aceh," kata pengamat terorisme Mardigu Wowiek Prasantyo ketika di hubungi TEMPO, hari ini.
Menurut lulusan San Fransisco State University ini, karena masih di Aceh, mereka bersiasat mengubah formasi berkelompok menjadi perorangan. Tujuannya agar keberadaa mereka tak terendus polisi.
Faktor alam dan turut sertanya masyarakat setempat membantu tugas polisi dalam memburu teroris, lanjut Wowiek, akan menentukan cepat-lambannya persembunyian mereka tercium. Bahkan, jika perbekalan logistik kian menipis, akan mempercepat polisi menangkap mereka.
"Kita berharap hujan terus terjadi, supaya mereka (teroris) mendekat ke pinggir pemukiman. Ini akan memudahkan penangkapan," ujar Wowiek.
Menurut Wowiek, ketujuh teroris itu sebagian besar berasal dari Banten. "Diantara mereka ada yang pernah menjadi relawan di Mer-C (Relawan Kesehatan Bencana) saat tsunami di Aceh," ujarnya. "Itu menjadi mudah ditebak."
APRIARTO MUKTIADI