1.100 Polisi Jawa Timur Amankan Distribusi Naskah Ujian

TEMPO Interaktif, Surabaya - Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kepolisian Daerah Jawa Timur, Komisaris Besar Pudji Astutik, mengatakan sebanyak 1.100 personel dari kepolisian akan mengamankan distribusi naskah ujian nasional ke seluruh kota/kabupaten.

"Kami akan mengawal proses pengadaan naskah, distribusi naskah hingga pelaksanaan ujian," kata Pudji pada Selasa (16/3). Sehingga, lanjut dia, kebocoran soal ujian nasinal bisa diantisipasi.

Ujian untuk Sekolah Menengah Atas akan dilaksanakan pada minggu keempat Maret dan pelaksanaan ujian untuk Sekolah Menengah Pertama akan dilaksanakan pada akhir Maret ini.

Pudji mengatakan pengamanan ujian yang bersandi "Operasi Cendekia 2010" ini akan berlangsung mulai tujuh hari sebelum ujian hingga tujuh hari setelah pelaksanaan ujian.

Menurut Pudji, pengamanan ujian dilakukan dengan sistem terbuka dan tertutup. Pengamanan terbuka akan melibatkan Samapta, Brimob dan Lantas. Untuk pengamanan tertutup dilakukan Reserse, Intel, dan Detasemen Khusus 88.

Berdasarkan Data Dinas Pendidikan Jawa Timur, soal ujian untuk siswa sekolah dasar hingga sekolah menengah atas dan sederajat telah selesai dicetak dan didistribusikan. Jumlahnya sebanyak 1.523.733 naskah.

Adapun jumlah peserta ujian tingkat sekolah menengah atas sebanyak 143.557 siswa, 64.976 siswa madrasah aliyah, 139.387 siswa sekolah menengah khusus, dan 120 siswa sekolah menengah umum luar biasa.

Menurut Pudji, polisi tidak hanya mengamankan persiapan dan pelaksanaan ujian namun akan menindak tegas kecurangan ujian. "Jangan sampai ada joki, pengadaan naskah ileggal atau adanya kebocoran," ujarnya.

Kasus kecurangan yang ditemukan di daerah, kata dia akan diserahkan ke kepolisian resort setempat. "Setiap temuan kasus kecurangan harus dikembangkan dan diusut hingga tuntas," ujarnya.

Tak hanya Polda Jawa Timur, pengamanan juga dilakukan Kepolisian Wilayah Kota Besar Surabaya yang menerjunkan sebanyak 200 personel polisi. "Pengamanan dilakukan terbuka dan tertutup," kata Kepala Bagian Bina Mitra Polwiltabes Surabaya, Ajun Komisaris Besar Polisi Sri Setyo Rahayu.

Menurutnya, pengamanan terbuka dilakukan dengan cara mengawal naskah ujian mulai dari percetakan, disimpan di Mapolres lalu disimpan di Kepolisian Sektor hingga didistribusikan ke sekolah-sekolah yang menyelenggarakan ujian nasional.

"Untuk pengamanan tertutup akan menerjukan 30 polisi dari unsur Intel dan reserse tanpa mengenakan seragam resmi mengawal naskah ujian nasional," tambah Rahayu.

 

DINI MAWUNTYAS