Presiden Barack Obama berbicara dengan astronot yang berada di Stasiun Luar Angkasa Internasional, dengan menggunakan telepon, dari Ruang Roosevelt, Gedung Putih, Washington (18/2). AP/Charles Dharapak
Topik
Infografis
Barry Obama Tak Akan Mampir di Besuki (Bagian 1)
TEMPO Interaktif, Jakarta - Sudah berminggu-minggu kabar rencana kedatangan Barrack "Barry" Obama menyebar di Kampung Menteng Dalam, Jakarta Pusat. Di sebuah rumah di Gang Haji Ramli Tengah Nomor 16, RT 11 RW 15, Menteng Dalam, Barry sempat tinggal selama tiga tahun sejak 1968. Barry Bebek, demikian warga di kampung itu memanggil Barack Obama karena gaya berlarinya, sekarang menjadi Presiden Amerika Serikat.
Coenraad Satjakoesoemah, 79 tahun, ketua rukun tetangga di kampung itu, sudah mengumpulkan nama karib Barry dulu di sepanjang gang selebar mobil itu. Sebagian dari mereka sudah tidak tinggal di kampung itu lagi. "Saya minta mereka mendaftarkan namanya," kata dia, pekan lalu. Bingkisan kecil juga sudah disiapkan untuk Barry. "Bendera Merah Putih dan foto masa kecil dia di sini."
Selama sekitar empat tahun, Barry, yang ketika itu baru berumur enam tahun, tinggal di Jakarta, bersama ibunya Stanley Ann Dunham; adiknya, Maya Soetoro; dan ayah tirinya yang warga Indonesia, Lolo Soetoro. Pertama kali mereka tinggal di Rawamangun, Jakarta Timur, kemudian pindah ke Jalan Dempo, Matraman, dan terakhir dan yang paling lama di Gang Haji Ramli. "Barry itu sudah seperti anak kampung," Coenraad mengenang. "Dia juga ikut mengejar layangan."
Empat anggota Pasukan Pengaman Presiden menyambangi Coenraad sebulan lalu. Seluruh kartu identitas warga mereka kopi. Mereka juga bertanya banyak hal tentang warga kampung itu. Tak cuma nama, pekerjaan, dan etnis, tapi juga afiliasi politik setiap warga. "Mereka minta ditunjukkan di mana saja pendukung Partai Keadilan Sosial tinggal, dan di mana yang memilih Partai Demokrat," kata Coenraad. Di mana saja para pendatang bermukim juga mereka catat satu per satu.
Usai mencatat data penduduk, anggota Pasukan Pengaman Presiden dan tamu negara itu melongok bekas rumah Barry yang hanya selisih beberapa rumah dari tempat tinggal Coenraad. Rumah itu sekarang tak berpenghuni. Mereka mengamati dengan cermat sekeliling rumah itu. "Tempat sampahnya pun mereka korek-korek," kata Coenraad. Entah apa yang dicari pasukan pengawal presiden itu. Setelah itu mereka berlalu.
Selang seminggu kemudian giliran datang staf Kedutaan Amerika Serikat di Jakarta bersama seorang anggota Secret Service. Tugas Secret Service ini mirip dengan Pasukan Pengaman Presiden. Namun mereka lebih banyak memotret kampung itu ketimbang bertanya. Setelah meninjau SD Fransiskus Asisi yang hanya sekitar lima puluh meter dari Gang Haji Ramli Tengah, rombongan kedutaan itu menuju rumah Obama yang tertutup rapat.
"Itulah kunjungan terakhir staf kedutaan," ujar Coenraad. Tak ada lagi kabar dari kantor kedutaan Amerika Serikat di Jakarta ataupun Kementerian Luar Negeri Indonesia yang memastikan apakah Barry akan mengunjungi rumah kecilnya di Kampung Menteng Dalam itu.
Berita selanjutnya Bagian 2