foto

Sejumlah massa berujukrasa menolak kedatangan Obama di depan Kedubes AS, Jakarta (15/3). TEMPO/Subekti.


Topik


Barry Obama Tak Akan Mampir di Besuki (Bagian 2)  

TEMPO Interaktif, Jakarta -KABAR itu "mencicit" dari akun Twitter milik Robert Gibbs, Sekretaris Pers Gedung Putih, Jumat malam lalu: pemberitahuan penundaan rencana lawatan Presiden Barack Obama ke Indonesia dan Australia. "Akan berangkat Minggu (21 Maret-Red.). Ibu Negara dan anak-anak tidak akan menyertai," Gibbs menulis di Tweeternya. Lawatan itu ditunda karena Presiden Obama harus "mengawal" pembahasan undang-undang pelayanan kesehatan. Menurut Gibbs, First Lady Michelle Obama dan dua putri mereka, Malia Ann Obama dan Natasha Obama, batal turut serta karena jadwal lawatan sangat mepet dengan berakhirnya libur sekolah.

Semula Presiden Obama dijadwalkan berangkat dari Washington pada 18 Maret, mampir di Pangkalan Angkatan Udara Andersen di Guam, Pasifik, dan tiba di Indonesia pada Sabtu pagi. Ada beberapa agenda yang akan dibicarakan, misalnya soal pembangunan pusat regional untuk perubahan iklim. "Presiden juga akan menindaklanjuti pidatonya di Kairo tahun lalu di Indonesia, mitra kunci dalam perang melawan terorisme," kata Gibbs.

Tahun lalu di Kairo, Mesir, Presiden Obama menyampaikan pidato tentang upaya mempererat hubungan dengan dunia Islam. Dalam lawatan ini, First Lady Michelle Obama, Malia, dan Natasha semula akan turut serta. Jadwal itu memang disesuaikan dengan libur sekolah Malia dan Natasha. Inilah pertama kalinya Michelle, Malia, dan Natasha ke Indonesia.

Keluarga Soetoro pun sudah bersiap sejak jauh-jauh hari menyambut kerabat jauh mereka itu. Ada dua acara yang direncanakan. Pertama, jamuan makan malam di Istana Negara pada 20 Maret. Seluruh keluarga dekat Lolo Soetoro yang berserak di Yogyakarta, Klaten, Cirebon, dan Jakarta diundang ke perjamuan itu. "Tapi setiap keluarga hanya mendapat tiga undangan," kata Ny Nugie Nugraha, yang tinggal di Cirebon. Nugie adalah keponakan Lolo Soetoro atau sepupu tiri Barry. Lolo dan keluarganya sempat tinggal menumpang di rumah orang tua Nugie di Jakarta pada 1967.

Malam berikutnya giliran keluarga Soetoro yang akan menjamu Presiden Obama dan keluarga di salah satu hotel di Jakarta. Namun Nugie menolak mengungkapkan di mana perjamuan itu akan digelar. "Di sini tidak hanya tiga undangan per keluarga. Semua keluarga Soetoro boleh hadir," katanya. Semua menu kesukaan Barry kecil--bakso, nasi goreng, durian, dan rambutan--akan dihidangkan. Belum ada kabar bagaimana nasib perjamuan keluarga Soetoro ini setelah kedatangan Presiden Obama mundur tiga hari.

Yang kemungkinan akan dikecewakan akibat perubahan jadwal Presiden Obama adalah para murid dan teman sekolahnya dulu di SD Besuki (sekarang SD Negeri 1 Menteng) dan SD Strada Asisi (Sekarang SD Fransiskus Asisi), sekolah Obama sebelum masuk SD Besuki. Beredar kabar di Washington, kunjungan ke SD Menteng tak masuk agenda Presiden Obama. "Di jadwal lama, Presiden memang tidak dijadwalkan mengunjungi rumah ataupun sekolahnya dulu di Jakarta," kata Robert Gibbs, Jumat pekan lalu.

Padahal sebulan lalu serombongan anggota Secret Service sudah mendatangi SD Besuki dan SD Asisi. Berbekal denah sekolah milik Secret Service yang sangat detail, mereka meneliti setiap sudut sekolah. "Mereka tak banyak bicara. Hanya hmm… hmm… saja," kata Yustina Amirah, Kepala Sekolah Asisi.  Hiramsyah S. Thaib, Ketua Umum Ikatan Alumni SD Besuki, pun sudah berulang kali rapat dengan staf kedutaan AS. Bahkan Gedung Putih memintanya bersiap untuk wawancara dengan rombongan wartawan dari Washington.

Yustina maupun Hasimah, Kepala Sekolah SD Besuki Menteng, belum mendapatkan kepastian dari Kedutaan AS apakah Presiden Obama bakal mampir. Yang pasti, tarian, gambang kromong, kulintang, dan kenang-kenangan khusus sudah menanti Barry. "Kami juga akan menyerahkan kartu anggota alumni," kata Hiramsyah.

Jadwal dan agenda Presiden Obama di Indonesia hingga pekan lalu memang masih terus berubah. Semula Presiden Obama juga diagendakan ke Yogyakarta dan Candi Borobudur di Magelang. Namun belakangan dialihkan ke Bali. Belum ada penjelasan resmi alasan pengalihan itu.

Untuk menyambut Obama, Pemerintah Kabupaten Badung telah berbenah. Jalan menuju Pura Luhur Uluwatu di Desa Pecatu, Kuta Selatan, yang besar kemungkinan akan disambangi Presiden Obama, buru-buru dipermak. Lubang-lubang ditambal dan timbunan sampah disingkirkan jauh-jauh. Pengemis dan gelandangan yang berada di sekitar Bandara Ngurah Rai dibersihkan.

"Uangnya keluar dulu, pertanggungjawabannya belakangan," kata juru bicara Pemerintah Kabupaten Badung, Gde Wijaya. "Pokoknya, tidak boleh mengecewakan." Di Pura Uluwatu, sembari menikmati entakan tari kecak, Presiden Obama bisa menyaksikan matahari senja yang sangat cantik, sebelum terbang ke Australia.

Sapto Pradityo, Dini Djalal (Washington), Ninin D., Suryani Ika, Ivansyah (Cirebon), Pito A. (Yogyakarta), Rofiqi H. (Denpasar)

Kembali ke Bagian 1