foto

Anggota DPR dari fraksi PDIP Ganjar Pranowo dan Ketua Fraksi partai Demokrat Syarif Hasan saat diskusi "Refleksi politik akhir tahun : uang, utang negara untuk dana kampanye" di DPR-RI Jakarta, Jum'at (19/12). TEMPO/Wahyu Setiawan

Golkar Menilai Komunikasi Intensif Demokrat-PDI Perjuangan Hal yang Wajar.  

TEMPO Interaktif, Jakarta - Ketua Fraksi Partai Golkar, Setya Novanto, menilai bahwa komunikasi secara intensif yang dilakukan oleh petinggi Partai Demokrat dengan PDI Perjuangan merupakan hal yang wajar.  “Itu sah-sah saja terjadi antara Demokrat dengan PDI Perjuangan untuk mengadakan approach,” kata Setya saat dihubungi Tempo, Selasa (16/3). Menurutnya, hal itu tidak perlu dipermasalahkan, karena itu adalah bentuk dari kebersamaan antar partai.

Saat ini, petinggi Partai Demokrat terus melakukan komunikasi secara intensif dengan PDI Perjuangan. Terkait hal ini, Ketua Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrat, Andi Mallarangeng, sempat ditanya soal kemungkinan masuknya PDI Perjuangan dalam koalisi. Andi menyatakan bahwa semua partai politik adalah sahabat. "Karena itu komunikasi jalan terus, termasuk dengan PDI Perjuangan. Tapi, bagaimana dan kemana arah komunikasi itu, terlalui dini  untuk mengatakannya," kata Andi.

Terkait kemungkinan PDI Perjuangan masuk dalam koalisi, Setya tidak memberi banyak tanggapan. “Apakah PDI Perjuangan yang sudah beroposisi akan berubah sikap, tentu mereka akan penuh pertimbangan. Mereka akan berhati-hati menghadapi konstituen-konstituennya di daerah,” kata Setya.

Menurut dia, Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri  adalah pribadi yang sangat berhati-hati dalam menentukan sikap. “Sikap PDIP seperti apa, pasti akan menunggu kongres terlebih dahulu,” ujar Setya.

Setya mengaku tidak khawatir jika nanti Partai Golkar tergeser dari koalisi. Menurut dia, Golkar sudah mempunyai manajemen yang kuat bertahun-tahun. “Kami (Golkar) sudah mempunyai pandangan dan visi yang jelas dalam partai untuk menentukan langkah-langkah ke depan, untuk kepentingan bangsa dan rakyat,” katanya.

EVANA DEWI