Persitara Jakarta Utara berlatih di Stadion Brawijaya, Kediri, Jawa Timur,(8/5). Persitara akan menghadapi tuan rumah Persik Kediri dalam laga lanjutan Liga Super Indonesia 2008 di Stadion Brawijaya, Kediri, Sabtu (9/5). ANTARA/Arief Priyono
Persitara Andalkan Duet Tantan-Okto
TEMPO Interaktif, Jakarta - Kesebelasan Persitara Jakarta Utara akan memulai tur laga di Kalimantan Timur dengan menyambangi markas Persisam Samarinda, Rabu (17/3). Persitara yang sebelumnya gagal melakukan pertai derby melawan Persija Jakarta, 7 Maret lalu, kini makin bersemangat mengambil kemenangan agar bisa keluar dari zona degradasi.
Duet pemain sayap Tantan dan Oktovianus Maniani bakal kembali jadi kunci serangan tim tim berjuluk Laskar Si Pitung tersebut. Duet Tantan-Okto sudah terbukti ampuh saat Persitara menghancurkan PSPS Pekanbaru di Jakarta dengan skor 5-2, awal Maret lalu. Inilah kemenangan pertama dari empat laga yang dijalani Persitara pada putaran kedua Liga Super Indonesia.
Saat itu, Okto yang pernah meraih gelar pemain muda terbaik Copa Indonesia 2009 sukses mengobrak-abrik pertahanan PSPS dari sayap kiri. Kecepatan dan dribbling bola yang dimilikinya sulit dibendung para pemain PSPS. Hal serupa juga dilakukan Tantan dari sayap kanan. Bahkan keduanya kerap berganti posisi yang memudahkan serangan Persitara. ”Asalkan lini tengah bisa dikuasai, saya jadi bisa lebih bebas didepan mencari posisi mencetak gol," kata Tantan yang sudah mencetak 3 gol dari dua pertandingan.
Lini tengah Persitara kini tidak serapuh seperti putaran pertama Liga Super lalu. Ada gelandang senior Suwitha Pata dan Cesar Mboma yang bergantian mengatur serangan. Sedangkan di lini depan, Persitara diprediksi kembali menurunkan duet striker Prince Kabir Bello dan Diego Mendieta yang menyumbangkan tiga gol saat menang melawan PSPS.
Manajer Persitara Hary Ruswanto mengatakan timnya belum bebas dari jeratan degradasi. ” Rival kami bukan Persija, Persib atau Persisam. Zona degradasi adalah musuh utama Persitara saat ini yang harus segera dilalui meski itu berat,” kata Hary.
Persitara saat ini berada di urutan 17 dari 18 peserta Liga Super. Mereka baru mengumpulkan 19 poin dari 21 pertandingan. Sedangkan Persisam berada satu tingkat di atasnya dengan mengumpulkan 23 poin dari 21 kali bertanding. “Sekarang setiap pertandingan sudah seperti final buat kami,” kata Hary.
Persisam sendiri dipastikan akan bermain dengan lebih bersemangat karena mereka tengah terancam dalam zona degradasi. ”Pemain harus konsentrasi penuh dan jangan terpancing emosi, Persisam memiliki pemain yang sudah mahir menjaga ritme pertandingan dan mereka memiliki kualitas di atas rata-rata, jika lengah, habislah kita," kata asisten pelatih Persitara Dody Sahetapy.
GABRIEL WAHYU TITIYOGA