Topik
Meriah, Konser Mengenang 100 Hari Ucok AKA
TEMPO Interaktif, Surabaya - Konser musik rock mengenang 100 hari meninggalnya musisi Ucok AKA Harahap di gedung Balai Pemuda, Surabaya, Jawa Timur, berlangsung meriah, Selasa (16/3) siang hingga malam. Konser yang diberi label Tribute to: Ucok AKA tersebut menampilkan 20 grup band beraliran cadas asal Jawa Timur.
Konser itu juga sebagai lomba untuk memperebutkan tropi dari Ucok AKA dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Jawa Timur. Beberapa grup band penampil sempat menyelipkan lagu-lagu Ucok yang pernah hits pada era 70 an, seperti Badai Bulan Desember, Neraka Jahanam, Crazy Joe dan sebagainya. Setting panggung pun didekorasi kental dengan nuasa Ucok.
Sebuah poster besar bergambar Ucok sedang menyanyi bertuliskan "The Legend" menjadi backgroud. Dua spanduk bergambar Ucok setengah badan, dengan tulisan "Selamat Jalan, Rocker is Never Die" dibentangkan di sisi depan panggung. Tiga buah foto besar Ucok di kala muda dan berambut kribo juga ditampilkan di dekat pintu masuk gedung.
Pada kesempatan itu Dewan Kesenian Surabaya menganugerahkan penghargaan berupa Ucok Sebagai Inspirator dan Motivator Rock Surabaya kepada Sri Hartini, isteri mendiang Ucok.
Sekretaris Jenderal Dewan Kesenian Surabaya, Desemba S. Titahelu mengatakan, Ucok layak mendapat penghargaan karena dedikasinya telah membawa Surabaya sebagai barometer musik rock di era 70-80 an.
Selain itu, kata dia, sampai setahun menjelang meninggal, Ucok masih aktif memotivasi rocker-rocker muda untuk aktif tampil. "Ucok sempat membentuk sebuah wadah yang dinamakan Waroks (wadah rocker arek Surabaya)," ujar Desemba.
Pembentukan wadah tersebut, menurut Desemba, didorong oleh keprihatinan Ucok karena minimnya grup band beraliran rock di Surabaya. Ucok makin kecewa karena pada perayaan Hari Pahlawan 10 November 2009 di monumen Tugu Pahlawan, panitia justeru mengundang grup rock dari ibu kota. "Ucok kecewa lalu membentuk Waroks itu," kata Desemba.
Kepada Tempo, Sri Hartini mneyatakan merasa bangga karena almarhum suaminya masih mendapat perhatian dan penghargaan dari masyarakat. "Perasaan saya antara terharu dan bangga karena suami saya masih dihargai sedemikian tinggi," ucap Sri yang mengenakan pakaian serba hitam.
KUKUH S WIBOWO