Masuk Bandar Udara Malang Tak Lagi diperiksa Ketat

Masuk Bandar Udara Malang Tak Lagi diperiksa Ketat

Pesawat di landasan pacu bandara John F. Kennedy, New York. AP/Mark Lennihan

TEMPO Interaktif, Malang - Pemerintah Provinsi Jawa Timur telah menyelesaikan pembangunan jalan masuk khusus bagi pengguna jasa maskapai penerbangan di Bandar Udara Abdulrachman Saleh di Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang.

Kepala Dinas Bina Marga Pemerintah Kabupaten Malang Mochammad Anwar mengatakan, seluruh biaya pembebasan lahan hingga pembangunan jalan dua arah atau jalan kembar sebesar Rp 17-18 miliar sepenuhnya ditanggung pemerintah provinsi.

Tiap jalan selebar 5 meter dan dibatasi dengan median jalan. Agar air tak tergenang, jalan itu juga dilengkapi saluran drainase di sisi kiri-kanan jalan. “Selesainya sekitar awal bulan ini dan sekarang pengerjaan terminal baru yang dikebut,” kata Anwar, Rabu (17/3).

Dengan selesainya akses jalan masuk dua arah sepanjang 2,5 kilometer menuju terminal keberangkatan dan kedatangan dari poros jalan utama menuju markas Pangkalan Udara Abdulrachman Saleh itu, maka para pengguna jasa penerbangan sipil tak perlu lagi melintasi jalan militer milik TNI Angkatan Udara, sekaligus terhindar dari prosedur pemeriksaan ketat, terutama saat masuk, di pos penjagaan. Pintu masuk ke bandar udara berada sekitar 100 meter sebelum pos penjagaan.

Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi, dan Informatika Soefiyanto menambahkan, pembangunan terminal baru seluas 6 ribu meter persegi di kompleks Pangkalan Udara Abdulrachman Saleh hampir selesai. Untuk pengisian terminal ditanggung pemerintah provinsi bersama Pemerintah Kabupaten Malang, Pemerintah Kota Malang, dan Pemerintah Kota Batu.

“Untuk pengisian fasilitas di terminal nantinya diatur MOU (nota kesepahaman) karena banyak sekali fasilitas yang dibutuhkan, tidak hanya kursi bagi penunggu,” kata Soefiyanto.

Jalur penerbangan langsung Malang-Jakarta dan sebaliknya pernah ada pada 1982, namun tidak berlangsung lama. Pada 1997 maskapai Merpati merintisnya kembali namun hanya beroperasi sebentar gara-gara terkena dampak krisis moneter.

Pada 25 Mei 2005 penerbangan Malang-Jakarta kembali dibuka yang ditandai dengan penerbangan perdana Sriwijaya Air dari Malang ke Jakarta. Mandala Air juga pernah menerbangi rute serupa tapi hanya sebentar dan itu pun sudah diwarnai dengan tergelincirnya pesawat keluar landasan. PT Indonesia Air Transport pun sempat menerbangi rute Malang-Denpasar mulai 30 Mei 2007 tapi tak sampai setahun lamanya.

Garuda Indonesia menyusul menerbangi rute Malang-Jakarta mulai 16 Januari 2009, kemudian disusul Batavia. Hingga kini hanya Sriwijaya, Garuda, dan Batavia yang masih menerbangi rute Malang-Jakarta.

ABDI PURMONO

Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Wajib Baca!
X