AP/Rajesh Kumar Singh
Topik
Pro-Kontra Rokok Haram, Kebutuhan Tembakau Jawa Timur Naik
TEMPO Interaktif, Surabaya - Selama setahun terakhir, permintaan tembakau dari perusahaan rokok di Jawa Timur ternyata tidak terpengaruh perdebatan fatwa haram merokok. Meski perdebatan fatwa haram merokok telah ramai sejak setahun terakhir, permintaan tembakau pada 2010 malah meningkat dibandingkan 2009.
“Tahun 2009 permintaan oleh PR (pabrik rokok) berkisar 51 ribu ton, tapi tahun 2010 ini pesanan sudah mencapai 60 ribu ton,” kata Kepala Bidang Produksi Dinas Perkebunan Jawa Timur Samsul Arifin, Rabu (17/3).
Peningkatan pesanan karena beberapa perusahaan rokok besar di Jawa Timur ternyata malah bergeliat dan tidak terpengaruh perdebatan fatwa haram terhadap rokok. Bahkan, meski secara psikologis petani tembakau resah, keresahan ini tidak sampai menurunkan produksi tembakau Jawa Timur.
Samsul berharap perdebatan ini segera berakhir sehingga tidak sampai mempengaruhi pasar tembakau. Apalagi potensi penghasilan tembakau di Jawa Timur per tahunnya mencapai Rp 990 miliar dengan total produksi sebesar 83.292 ton per tahun.
Meski belum secara signifikan mempengaruhi kebutuhan tembakau, Ketua Umum Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Jawa Timur Abdus Setiawan minta fatwa haram merokok tidak sembarangan dikeluarkan. “Saat ini mungkin belum, tapi lambat laun pasti akan mempengaruhi konsumsi tembakau,” kata Abdus.
Apalagi, kebutuhan tembakau di Indonesia 56 persennya dipasok dari Jawa Timur yang jika fatwa haram ini diteruskan pasti akan membunuh mata pencaharian ribuan petani tembakau Jatim. Di Jawa Timur, total lahan tembakau mencapai 110 ribu hektare.
ROHMAN TAUFIQ
Web via