Sejumlah rumah terendam banjir di Pucangsawit, Solo, Jawa Tengah, (31/1). Bengawan Solo dan sejumlah anak sungainya meluap sejak semalam, akibat hujan dari Jum'at siang. Foto: ANTARA/Andika Betha
Topik
Sering Longsor, Puluhan Rumah di Bantaran Bengawan Solo direlokasi
TEMPO Interaktif, Bojonegoro - Pemerintah Kabupaten Bojonegoro akan merelokasi sekitar 50 rumah yang terletak di bantaran Bengawan Solo, Kecamatan Kalitidu. Relokasi dilakukan menyusul terjadinya longsor yang terjadi sekitar 500 meter tepat di pintu air Bendung Gerak, Bengawan Solo.
Daerah yang longsor berada di sejumlah desa di sisi kiri-kanan Bengawan Solo, terutama di proyek Bendung Gerak. Seperti di Dusun Jenuk, Desa Padang, juga di beberapa rumah di Desa Banjarsari Kecamatan Trucuk. Beberapa rumah yang berada di Desa Ringinrejo Kecamatan Kalitidu juga terancam longsor serta sejumlah rumah di Kelurahan Ledok Kulon dan Ledok Wetan, Kecamatan Kota Bojonegoro.
Sebagian besar, rumah penduduk yang terancam longsor ini, jaraknya sekitar 5 hingga 20 meter dari bibir air Bengawan Solo. Jika musim hujan datang, dipastikan rumah-rumah tersebut akan tergenangi banjir.
Meurut Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Bojonegoro, Kasiyanto, relokasi rumah di bantaran Bengawan Solo, difokuskan di Kecamatan Trucuk, Kalitidu dan sebagian di Kecamatan Kota.
Dia mencontohkan, di Desa Padang, ada belasan rumah yang tanahnya terkikis air. Penyebabnya, di daerah itu posisinya berada di tikungan sungai, sehingga airnya deras. "Kondisi itu diperparah dengan letak pintu air dari Bendung Gerak," katanya Rabu (17/3).
SUJATMIKO