foto

TEMPO/Adri Irianto

Racun Berbahaya yang Mencemari Seafood  

TEMPO Interaktif, Marseilles -  Racun yang dilepaskan oleh ganggang tertentu dapat mencemari ikan dan kerang yang kemudian menjadi racun bagi manusia. Peneliti dari laboratoruim di Prancis dan Amerika untuk pertama kalinya telah mengidentifikasi mekanisme kerja dua racun ini dan menunjukkan bagaimana racun tersebut menyebabkan gejala-gejala neurologis. Temuan ini bisa memberikan dasar untuk pengembangan uji coba baru untuk menyaring racun tersebut.

Makalah ini diterbitkan pekan ini di jurnal PNAS edisi online. Proyek penelitian ini melibatkan laboratorium CNRS di Marseilles, laboratorium CEA di Gif-sur-Yvette--keduanya di Prancis--dan laboratorium di Universitas California, Amerika Serikat.

Biotoksin laut diproduksi secara alami oleh beberapa jenis ganggang sel tunggal. Racun ini dapat terakumulasi dalam daging ikan dan kerang dan kemudian disebut sebagai phycotoxin. Pada manusia, mengonsumsi kerang yang terkontaminasi oleh zat-zat ini dapat menyebabkan diare, lumpuh, dan gejala lain.

Para peneliti mempelajari fungsi dua jenis phycotoxin, yaitu spirolide dan gymnodimine, yang merupakan racun saraf yang bekerja cepat. Racun saraf (neurotoxin) adalah zat beracun yang menghambat, merusak atau menghancurkan jaringan sistem saraf.

Di laboratorium, tikus yang disuntikkan racun ini, dalam beberapa menit mengalami gejala neurologis yang parah. Para peneliti juga mampu mengenali ciri-ciri target racun ini: menyerang reseptor yang penting pada makhluk hidup, yang terdapat pada sistem saraf pusat.

ScienceDaily/Ngarto Februana