Topik


Pengamat: Ada Indikasi Penyimpangan Pembangunan TPA Galuga

TEMPO Interaktif, BOGOR - Ketua Forum Pemerhati Jasa Konstruksi Thorik Nasution mengatakan secara kasat mata terdapat indikasi penyimpangan perencanaan dan pelaksanaan pembangunan Emplacement di TPA Galuga, Bogor.

Thorik diminta membantu Kepolisian Resor Bogor untuk mecari kemungkinan penyimpangan dari sisi konstruksi. Indikasi tersebut menurut Thorik dapat dilihat dari posisi berdirinya emplacement yang tegak lurus 90 derajat. Kondisi tersebut sangat berisiko roboh. Selain itu tak ada sulingan air dalam pasangan batu sebagai aliran air yang merembas dari atas, serta tidak ada penyangga (kolom-kolom beton),

Namun Thorik menyatakan pihaknya belum bisa menjelaskan secara detail karena belum mendapatkan gambar konstruksi. "Sementara baru secara kasat mata," katanya.

Karena itu ia juga belum memastikan sampai sejauh mana kecenderungan penyimpangan tebingan emplacement yang longsor  kemarin.

Hal senada juga diungkapkan Dewan Pimpinan Daerah Ketua Gabungan Pengusaha Konstruksi Nasional Kabupaten Bogor, Taswin Nasution. Tidak ada tiang penyangga pada dinding. "Seharusnya ada tiang beton sebagai penyangga setiap 3 meter pada dinding emplacemen," kata Taswin.

Selain itu pemadatan seharusnya dilakukan perlapis (layer) sehingga tekanan tanah ke bawah. "Pemadatan (umbacment) harus bertahap yang saya lihat tadi tanahnya gembur artinya tidak ada pemadatan," ujar Taswin.

Kehadiran kedua ahli konstruksi tersebut rencananya akan menjadi saksi ahli jika diperlukan dalam proses penyelidikan yang dilakukan Polres Bogor .

Jika terbukti ditemukan kesalahan sesuai pasal 837 tentang pengerjaan konstruksi pelaku konstruksi, pengawas dan perencana diancam dengan ancaman hukuman pidana 5 tahun.

Diki Sudrajat