Suasana Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (12/10). Pada penutupan perdagangan siang ini indeks terpangkas 7,914 poin (0,32 persen) ke level 2.466,487 dibanding posisi Jumat lalu 2.474,401. Foto: TEMPO/Dwianto Wibowo
Infografis
Otoritas Bursa Masukkan Holding Republika dalam Daftar UMA
TEMPO Interaktif, Jakarta - Otoritas Bursa Efek Indonesia mengawasi aktivitas saham PT Abdi Bangsa Tbk, induk perusahaan harian Republika. "Telah terjadi peningkatan harga dan aktivitas saham yang diluar kebiasaan," kata Direktur Utama BEI Ito Warsito dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia, Rabu (17/3).
Otoritas menyatakan tengah mencermati perkembangan harga dan transaksi saham ini dan memasukkannya dalam daftar emiten Unusual Market Activity (UMA). Saham yang masuk daftar ini dinilai berpotensi menganggu terselenggaranya perdagangan efek yang teratur dan wajar.
Saat ini saham berkode ABBA itu dijual seharga Rp 90 per lembar saham. Harga ini merupakan harga tertinggi tahun ini. Pada 15 Maret volume penjualan saham tersebut mencapai 17,75 juta saham. Padahal, sejak awal Januari 2010, volume penjualan saham terbesar hanya mencapai 4,3 juta saham.
"Investor diharapkan mempertimbangkan berbagai kemungkinan sebelum mengambil keputusan investasi," kata Ito. Investor juga diminta mencermati kinerja perusahaan serta aksi korporasi yang akan dilakukan dalam waktu dekat.
PT Abadi Bangsa merupakan emiten kelima yang masuk daftar UMA. Sebelumnya Otoritas menetapkan PT Pelita Sejahtera Abadi Tbk, PT RUkun Raharja Tbk, PT Kertas Basuki Rachmat Tbk dan PT Sarana Menara Nusantara Tbk dalam pengawasan.
FAMEGA SYAFIRA