Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

BKPM Tetap Minta Menara Telekomunikasi Terbuka untuk Asing

image-gnews
Seorang sedang menggunakan telepon selularnya dekat menara komunikasi di kawasan Pejaten Barat, Jakarta, (29/12). Pemerintah memberikan izin pembangunan  240 menara telekomunikasi bersama diwilayah Tangerang.  TEMPO/Amston Probel
Seorang sedang menggunakan telepon selularnya dekat menara komunikasi di kawasan Pejaten Barat, Jakarta, (29/12). Pemerintah memberikan izin pembangunan 240 menara telekomunikasi bersama diwilayah Tangerang. TEMPO/Amston Probel
Iklan
TEMPO Interaktif, Jakarta - Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Gita Wirjawan tetap berkukuh agar kegiatan pembangunan menara telekonomunikasi terbuka bagi investor asing. Selain sangat berpengaruh terhadap iklim investasi Indonesia, penutupan sektor tersebut dari pemodal luar negeri akan menyebabkan target pembangunan menara telekomunikasi sebanyak 150-200 ribu menara dalam lima hingga tujuh tahun mendatang tak akan tercapai.

“Kalau dibatasi, permodalan akan terbatas. karena kita akan sangat tergangtung dengan modal dalm negeri yang selama ini belum terbukti menopang peningkatan dan kapasitas dalam skala besar,” kata Gita sesaat setelah tiba di kantor Kementerian Koordinator Perekonomian, Rabu (17/3).

Dia mengingatkan, hingga saat ini masih banyak daerah terpencil dan bahkan di beberapa titik kota besar pun masih mengalami gangguan atau tak mendapat pancaran sinyal telekomunikasi.

Nah, untuk mengatasi itu diperlukan pembangunan menara yang kebutuhan investasinya tak murah. Gita memperkirakan, satu menara telekonomunikasi membutuhkan dana Rp 1 miliar. Artinya, dengan target 150-200 ribu menara dalam lima hingga tujuh tahun mendatang, dibutuhkan dana sedikitnya Rp 150-200 triliun. “Kalau kita memang mau menutup sektor itu dari asing, realitanya adalah kita tidak bisa mendatangkan modal,” ujarnya.

Oleh sebab itu, kata dia, jika memang sektor itu benar-benar tertutup bagi asing maka pemerintah perlu berpikir ulang soal targetnya selama ini. “Tidak usah terlalu ambisius untuk kepentingan target investasi. Kan di presiden sudah dipaparkan target investasi yang menurut saya cukup ambisius.”

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Gita mengaku tetap akan menghormati pandangan Kementerian Komunikasi. Tapi, menurut dia, yang diinginkan BKPM hanya sektor itu bisa terbuka untuk investor asing. Soal berapa persen yang bisa diperbolehkan, dia tak mempermasalahkan. “Selama ada keterbukaan, mau 20, 30, 49, atau 51 persen, yang penting itu sinyal positif,” katanya.

Seperti diberitakan, masalah boleh atau tidaknya investor asing masuk ke sektor menara telekonomunikasi saat ini belum tuntas dibahas pemerintah dalam rencana revisi Daftar Negatif Investasi karena penolakan dari Kementerian Komunikasi dan Informatika.

AGOENG WIJAYA | NALIA RIFIKA

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Mengaku Anggota Ormas, Tiga Lelaki Rampas Ponsel Petugas Menara di Johar Baru

25 November 2020

Ilustrasi jempol menyentuh ponsel. shutterstock.com
Mengaku Anggota Ormas, Tiga Lelaki Rampas Ponsel Petugas Menara di Johar Baru

Di perjalanan, kedua tersangka meminta korban menepi dan merampas ponsel Andika. Setelah itu kedua tersangka kabur dari mobil.


Lego 2.782 Menara Seluler, XL Axiata Kantongi Duit Rp 4,05 T

11 Februari 2020

Teknisi dari PT. XL Axiata Tbk mengibarkan bendera di puncak menara BTS setinggi 50 meter di Cikole, Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Kamis 15 Agustus 2019. Pengibaran bendera tersebut dilakukan dalam rangka memeriahkan HUT ke-74 kemerdekaan RI. ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi
Lego 2.782 Menara Seluler, XL Axiata Kantongi Duit Rp 4,05 T

Protelindo mengakuisisi 1.728 unit menara dan CMI 1.054 unit menara seluler milik PT XL Axiata Tbk.


Nasib Pansus Menara Seluler di Tangan Ketua DPRD DKI Prasetyo

19 April 2018

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memberikan pernyataan visi-misi kepada ketua DPRD  DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi dalam rapat Paripurna di Gedung DPRD DKI Jakarta, 15 November 2017. DPRD DKI menggelar rapat Paripurna untuk mendengarkan penyampaian Rancangan APBD 2018 . Pemerintah Provinsi DKI dan DPRD menyepakati besaran rancangan KUA-PPAS APBD 2018 dengan total anggaran Rp 77,1 triliun.Tempo/Ilham Fikri
Nasib Pansus Menara Seluler di Tangan Ketua DPRD DKI Prasetyo

Kerugian Pemda DKI karena biaya sewa menara seluler bisa mencapai triliunan rupiah. Pembentukan pansus menunggu izin Prasetyo.


DPRD Curiga, Biaya Menara Seluler di Lahan Pemda DKI Kemurahan

19 April 2018

Pekerja melakukan pemeriksaan alat pemancar untuk sinyal seluler pada menara BTS milik PT. Tower Bersama Infrastruktur di Jagakarsa, Lenteng Agung, Jakarta, Kamis (03/05). TEMPO/Dasril Roszandi
DPRD Curiga, Biaya Menara Seluler di Lahan Pemda DKI Kemurahan

Pansus akan menyelidiki segala dugaan pelanggaran dalam pendirian dan pengoperasian menara seluler atau tower microcell di lahan Pemda DKI.


Tak Kantongi Izin, Tiga Tower Microcell di Depok Dibongkar  

22 Desember 2016

Ilustrasi menara operator telepon selular. ANTARA/M Agung Rajasa
Tak Kantongi Izin, Tiga Tower Microcell di Depok Dibongkar  

Pemerintah Kota Depok membongkar tiga tower Microcell Pole (MCP) di Margonda dan Juanda lantaran berdiri tanpa mengantongi izin.


Langgar Aturan, Pemkot Depok Segel Lima Menara BTS

7 Mei 2016

TEMPO/Suryo Wibowo
Langgar Aturan, Pemkot Depok Segel Lima Menara BTS

Berdasarkan catatan Dinas Komunikasi dan Informasi dari 644 menara BTS di Depok, sebanyak 250an belum mengantongi izin.


Telkomsel Operasikan 128 BTS di Perbatasan

18 Agustus 2015

ANTARA/Prasetyo Utomo
Telkomsel Operasikan 128 BTS di Perbatasan

PT Telekomunikasi Seluler mengoperasikan 128 base transceiver station (BTS) 3G di sejumlah titik perbatasan Indonesia.


Masuk Pelosok, Telkomsel Tambah BTS 'Hijau'  

18 Maret 2015

Petugas memeriksa pemancar di salah satu menara BTS (Base Transceiver Stations) milik Telkomsel di Pulau Tongkeng, Kepulauan Seribu, Jakarta, Sabtu (10/3). ANTARA/Yudhi Mahatma
Masuk Pelosok, Telkomsel Tambah BTS 'Hijau'  

Sekitar 5 persen pelanggan potensial di pelosok tidak tergarap operator seluler.


Bekasi Kebingungan Tertibkan Tower Ilegal  

20 November 2014

TEMPO/Iqbal Lubis
Bekasi Kebingungan Tertibkan Tower Ilegal  

Butuh Rp 25 miliar untuk menertibkan tower ilegal di Bekasi.


Telkomsel Bantah Bangun Tower di Permukiman Padat

4 September 2014

Petugas Dinas Pengawasan dan Penertiban Bangunan membongkar paksa menara pemancar sinyal milik sebuah operator seluler di Cengkareng, Jakarta, 2 September 2014. TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat
Telkomsel Bantah Bangun Tower di Permukiman Padat

"Kami sudah memeriksa ke data kami. Hasilnya menunjukkan tidak ada tower milik Telkomsel di tempat tersebut."