foto

Ilham Habibie. TEMPO/Budi Yanto



Ilham Habibie: Korupsi Bukan Hambatan Majukan Ekonomi  

TEMPO Interaktif, Makassar -  Anggota Dewan Pakar Ilmu dan Teknologi Informasi Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Ilham Akbar Habibie mengatakan, korupsi yang tinggi di Indonesia tak menjadi masalah untuk memajukan perekonomian.

Dalam Dialog Bertajuk Peningkatan daya saing bangsa melalui penguasaan teknologi di Universitas Negeri Makassar Kamis (17/3), ia memberi contoh Cina yang tingkat korupsinya tinggi, namun tetap bisa maju.  “Korupsi bukan (memperparah) segala-galanya. Jangan minder dengan ini,” kata putera sulung mantan Presiden Baharuddin Jusuf Habibie ini.

Menurut dia, kemajuan ekonomi hanya dapat dicapai dengan penguasaan teknologi. Teknologi merupakan cara dan teknik yang bisa meminimalkan biaya dengan hasil yang maksimal. Tentu, kata dia, teknologi itu digunakan dengan baik.

Ia melanjutkan, penguasaan teknologi membutuhkan waktu lama, dan dari generasi ke generasi serta perlu kesabaran serta konsistensi. “Juga harus ada kepercayaan diri. Jepang dulu ditertawai, tapi mereka bisa maju karena memiliki kesabaran dan konsisten,” katanya.

Indonesia yang kaya dengan sumber daya alam, kata dia, harus menguasai teknologi dengan maksimal. Di Sulawesi selatan, sektor agronomi dan maritim sangat berpotensi kuat. Selain itu industri mineral, bijih besi dan nikel juga bisa bermanfaat bagi kemajuan ekonomi daerah. “Sulsel bisa menjadi pusat keunggulan teknologi terkait perikanan dan kakao. Itu berpeluang sekali,” kata dia.

Menurut Ilham, penguasaan teknologi tak perlu terlalu jauh berpikir hingga ke high technology. Yang paling utama adalah teknologi tepat guna. Keunggulan sumber daya alam yang cukup banyak dan unik di negara ini telah terwadahi dengan teknologi untuk membudidayakan dan mengeksploitasi. Namun, kata dia, jangan berhenti sampai di sini. Harus sampai pada teknologi yang bisa mengolah sumber daya alam tersebut.


SUKMAWATI