Jose Mourinho. REUTERS/Alessandro Garofalo
Topik
Inter Milan Lolos, Mourinho Besar Kepala
TEMPO Interaktif,London:Jose Mourinho tidak menepati janjinya setelah mengantarkan Inter Milan lolos ke babak perempat final Liga Champions. Mou justru mengumbar segudang kelebihan yang dimiliki Nerazzurri yang menyingkirkan Chelsea dengan skor 1-0 pada laga 16 besar leg 2 di Stamford Bridge.
Tadinya Mou sempat berujar tidak akan merayakan kemenangan terlalu berlebih jika memang bisa mengantar Inter ke perempat final. Namun setelah gol tunggal Samuel Eto'o memastikan langkah timnya, pelatih yang banyak membuat sebal orang itu langsung mengumbar komentar tentang kedigdayaan taktiknya.
“Saya menginginkan untuk menebar benih dan saya melihat kebimbangan. Branislav Ivanovic dan Yuriy Djokovid tidak tahu apakah harus menyerang atau bertahan. Inilah yang membawa masalah bagi mereka,” ketus Mou yang meloloskan timnya ke perempat final dengan kemenangan agregat 3-1.
“Chelsea bermain dengan frustasi, karena hari ini Inter tampil sebagai tim yang lebih baik. Hari ini saya bukanlah The Special One buat Chelsea namun inter yang spesial, Hari ini saya menjadi musuh namun itulah hidup,” terang Mou.
Ketika masih melatih Chelsea (2004-2007), Mou selalu mendapat 'hadiah' biskuit yang diberikan salah satu pengawas pertandingan di Stamford Bridge. “Ia melakukan ini kepada saya tiga tahun lalu dan hari ini ia juga melakukannya,” seloroh Mou.
Di luar tersingkirnya Chelsea dari Piala Carling setelah kalah dari Charlton Athletic lewat adu penalti, Mou hanya menerima sekali kalah ketika tampil di Stamford Bridge, ketika masih menangani The Blues. Kekalahan itu diterimanya ketika timnya kalah dari Barcelona pada 2006.
Pelatih yang biasa mengunyah permen karet itu duduk pasif sementara kilatan kamera dari para fotografer terus 'memburunya' di bangku pemain.
Inter Milan belum pernah lagi merasakan juara Eropa sejak kemenangan beruntun pada 1964 dan 1965. Namun setelah kemenangan ini, Mou yang memberikan gelar Liga Champions buat Porto pada 2004 bisa kembali bermimpi memberikan kembali gelar prestisius di Benua Biru tersebut.
Ditanya apakah kemenangan ini adalah kemenangan yang indah Mou menjawab “Saya berharap sukses terbesar saya ada di masa depan.”
REUTERS | BAGUS WIJANARKO
Web via