foto

TEMPO/Arif Fadillah



Jangan Manjakan Adik Dengan Uang  

TEMPO Interaktif, Jakarta -  Bagi sebagian orang, membantu adik adalah kewajiban. Terutama bantuan dalam bentuk uang. Apalagi bagi kakak yang sudah bekerja, sementara adiknya masih duduk di bangku sekolah atau kuliah.

“Tapi jangan bantu secara berlebihan,” kata konsultan keuangan keluarga Ahmad Gozali, melalui sambungan telepon, Rabu (17/3). Perilaku ini, katanya, justru dianggap tidak mendidik anggota keluarga. “Mereka akan terbiasa gampang mendapat uang,” katanya.

Bantuan secukupnya, juga berlaku bagi mereka yang hidup berkecukupan. Karena meski bergelimang harta, si adik mesti diajarkan hidup mandiri, dengan memiliki penghasilan sendiri. Bantuan dalam bentuk uang, kata Gozali, mesti dikurangi secara bertahap, sesuai makin bertambahnya usia si adik.

Apalagi bantuan itu dikhawatirkan mengganggu keuangan si kakak yang sudah berkeluarga. Ia memiliki kewajiban utama membiayai istri, dan anaknya. Kalau pun harus membantu, “ajak anggota keluarga lain memberi bantuan ke adik,,” kata Gozali.

Cara yang lebih mendidik, yaitu dengan memberikan pekerjaan sampingan. Terutama untuk adik yang sudah kuliah. Karena di masa-masa itu, adalah saat yang tepat mengajarkan untuk mencari uang sendiri, dan mengatur keuangannya asendiri. “Saat sudah dianggap bisa mandiri, bantuan uang harus disetop,” katanya.

MUSTAFA SILALAHI