foto

The Final Judgement karya Ronald Manullang.



Ketika Adolf Hitler Hamil dan Menggendong Bayi  

TEMPO Interaktif, Jakarta - Sosok diktator Adolf Hitler memang legendaris. Rambut lurus ditata menyamping. Kumis kecil yang hanya menyempil di bawah lubang hidung menjadi cirinya. Dalam setiap dokumentasi atas dirinya, kebanyakan Hitler memakai jubah beserta topi militer berlambang Nazi.

 

Tapi ditangan perupa Ronald Manullang, sosok sang diktator menjadi lain. Hitler terhakimi oleh persepsi pelukis kreatif ini. Badan perempuan setengah telanjang itu ia pasangkan dengan kepala Hitler. Sehingga nampak sebagai Hitler yang transgender.

 

The Final Judgement, begitulah judul pameran tunggal tersebut, digelar di Umah Seni, Menteng Art Space, Jakarta Pusat. Pameran tunggal yang berlangsung hingga 20 Maret mendatang itu menampilkan. 10 koleksi lukisan penghakiman atas sosok Hitler. Uniknya, seluruh koleksi tersebut menggambarkan tubuh perempuan yang hamil besar, menggendong anak, dan menyusui. Adapun kepalanya adalah Hitler.

 

Mereka setengah telanjang dan memakai jubah panjang. Terlihat payudara, perut yang membuncit, dan kelaminnya. Ada yang berpose duduk di atas kursi sambil menimang bayi. Lalu terduduk diam sembari tertodong kayu salib yang berumpama pistol di belakangnya. Ada lagi, pose di atas mobil terbukanya dengan gerak tangan yang khas menjulur ke depan.

 

Ronald bekerja dalam sebuah komputer untuk menset kenampakan itu. Awalnya sangat susah menemukan perempuan yang sedang hamil dan posturnya seperti perempuan Eropa. Lebih sulit lagi, perempuan itu bersedia difoto telanjang.

 

Dan ketika menemukan perempuan yang dicarinya untuk dijadikan modelnya itu, Ronald tetap membutuhkan kerja ekstra keras, karena ia harus konsisten memotret perempuan ini pada saat hamil dan setelah melahirkan. Butuh proses yang panjang.

 

Foto-foto itu kemudian diolah di komputer. Ronald kemudian memasangkan kepala Hitler dengan tepat. Foto itu menjadi bahan obyeknya di atas kanvas. Kanvas dipilih dengan sangat teliti. Proses gesso dilakukan berkali-kali sehingga sapuan catnya sangat optimal. Untuk hasil akhirnya, sapuan kuas di atas kanvas hanya dilakukan dengan sekali jalan.

 

Ronald melukis dengan sangat realis. Hampir-hampir mirip dengan hasil cetak digital.

 

 

Ismi Wahid