Petugas sedang memeriksa CCTV ATM Bank BNI di Jakarta Kamis (21/1). Sebanyak 19 nasabah BNI menjadi korban pembobolan melalui ATM di Denpasar, Bali dengan kerugian sebesar Rp. 200 juta. TEMPO/Dinul Mubarok
Topik
Infografis
Pembobolan ATM Modus "Call Center" Kembali Terjadi
TEMPO Interaktif, Jakarta - Pembobolan kartu Anjungan Tunai Mandiri (ATM) yang mengakibatkan nasabah rugi jutaan rupiah dengan modus call center palsu kembali terjadi di Semarang, Jawa Tengah.
Kali ini kejadian itu menimpa pada Erlita Dewi Kristiana, 26. Peristiwa itu terjadi saat dia hendak mengambil uang di mesin ATM BNI di depan Swalayan Sarinah, Ngaliyan, Semarang. "Saat memasukkan kartu ATM ke mesin, tiba-tiba kartu saya tertahan, di tengah-tengah seperti ada sesuatu yang menahan," kata Erlita yang beralamat di Jalan Watu Wila IV Nomor 20 Perumahan Bukit Permata Puri Semarang itu.
Dia mengaku, saat panik dihampiri seorang pria tidak dikenal yang sebelumnya antre di belakangnya. Pria tersebut, katanya, menyarankan dirinya untuk menghubungi call center dengan nomor 08139849799 seperti tertera di stiker di dekat mesin ATM.
"Saat menghubungi nomor telepon tersebut, saya diterima oleh seorang pria yang mengaku dari pihak bank yang bernama Handoko dan akan membantu saya," katanya, Rabu, 17 Maret 2010. Pria tersebut juga menanyakan nomor PIN ATM korban dengan alasan sebagai syarat untuk pemblokiran kartu ATM yang tertahan.
Setelah itu korban melaporkan tertahannya kartu ATM miliknya ke Bank BNI Cabang Karangayu. Pihak bank setempat, katanya, meminta dirinya membuat laporan resmi terlebih dahulu yang dikeluarkan kepolisian setempat. Segera dia pun meluncur ke kantor Polisi Wilayah Kota Besar (Polwiltabes) Semarang. Di sanapolisi menyarankan kepada korban untuk menyertakan print out transaksi yang dikeluarkan pihak bank.
Saat melihtar cetakan transaksi keuangan itulah dia kaget. Tabungannya Rp 5,4 juta telah dibobol. Pembobolan itu melalui penarikan tunai sebanyak tujuh kali di mesin ATM lain.
Beberapa waktu lalu, kasus pembobolan ATM dengan modus serupa terjadi di kota itu. Pembobolan ATM itu diduga oleh kawanan yang terorganisir dan sering beraksi di berbagai kota besar dengan cara berpindah tempat untuk menyulitkan pelacakan oleh polisi.
ANT