Tentara Kuba meluncurkan rudal, dalam latihan perang selama tiga hari di lokasi yang tidak disebutkan (30/11). Latihan tersebut untuk mengantisipasi invasi Amerika Serikat. AP/Ismael Francisco, Prensa Latina
Topik
Polisi Bantah Tangkap Tim Pengaman Obama di Dolly
TEMPO Interaktif, Surabaya - Kepolisian Resort Surabaya Selatan membantah telah mengamankan seorang marinir Amerika Serikat yang juga tim pengaman kedatangan Obama.ketika mereka menggelar razia di kawasan lokalisasi Dolly, Surabaya, Selasa (16/3) dinihari kemarin.
"Saya juga baru tahu ada informasi itu (penangkapan seorang marinir)," kata Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Polres Surabaya Selasan Ajun Komisaris Polisi Leonard Sinambela, Kamis siang tadi (18/3).
Pernyataan ini menanggapi adanya pemberitaan yang menyebutkan saat razia di Dolly, terdapat seorang warga asing yang terkena razia. Saat terjaring, warga asing ini mengaku sebagai seorang marinir Amerika yang bertugas di Surabaya untuk persiapan pengamanan kedatangan Obama.
Menurut Leonard, dalam razia yang digelar selama dua malam itu, polisi memang sempat mengamankan dua warga asing. Hanya saja keduanya bukan berasal dari Amerika melainkan dari Srilanka. Mereka adalah Thudawe Hewage Ananda (34 tahun) dan Ruvinath Darashana (36 tahun) ini terpaksa diamankan kerena tidak bisa menunjukkan identitas seperti paspor maupun visa.
"Keduanya mengaku pelaut yang sedang sandar kapal di Tanjung Perak," tambah Leonard. Setelah ditangkap, keduanya diminta mengambil identitasnya di kapal. Setelah itu, keduanya langsung dilepaskan kembali.
Sementara itu, selain mengamankan dua warga Srilanka, dalam razia itu, polisi juga mengamankan 28 pekerja seks dan 27 pria yang tidak bisa menunjukkan identitasnya.
ROHMAN TAUFIQ