Seorang warga melewati banjir yang melanda wilayah Pondok Pinang, Jakarta (27/3). Banjir bandang terjadi akibat tanggul di wilayah Gintung Cirendeu jebol dan sampai berita ini diturunkan sedikitnya 23 warga tewas. ANTARA/Paramayuda
Topik
Ribuan Rumah di Kalimantan Selatan Terendam Banjir
TEMPO Interaktif, Batulicin - Sedikitnya 1.925 rumah warga di Kecamatan Kusan Hulu di Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan, terendam banjir. Banjir disebabkan tingginya curah hujan di kawasan tebing bagian hulu pengunungan Meratus.
Ke 13 desa yang terendam banjir yaitu Desa Lasung, Sungai Rukam, Manuntung, Anjirbaru, Binawara, Bakarangan, Pacakan, Tibarau Panjang, Guntung, Darasan Binjai, Tapus, Hatiif, dan Desa Mangkalapi.
Menurut data Posko Banjir yang diterima Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Kalimantan Selatan, ke-13 desa yang terendam dihuni 5.600 jiwa atau 1.925 Kepala Keluarga (KK).
Dari 13 desa tadi yang paling parah dilanda banjir berada di Desa Lasung, Desa Kundur, Desa Tibarau Panjang, Desa Pacakan, dan Desa Hatiif. Ketinggian air sekitar satu meter dari permukaan jalan.
Sementara ketinggian air hingga sekarang terus bertambah. Jika Rabu sore ketinggiannya baru 50 centimeter, namun pada Kamis (18/3) ini air mencapai satu meter dan menjadi penyebab terendamnya 1.925 rumah penduduk di 13 desa.
Kepala Bidang Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Kalimantan Selatan Said Ali mengaku, data 1.925 permukiman warga yang terendam itu masih bersifat sementara.
Karena itu pihaknya terus melakukan penelusuran kawasan yang terendam. ”Kita juga belum mendata sekolah dan puskesmas yang ikut terendam,” ujar Said Ali kepada Tempo, Kamis (18/3).
Pemerintah Daerah Kabupaten Tanah Bumbu serta Satkorlak Kecamatan Kusan Hulu juga telah diterjunkan ke sejumlah daerah yang tertimpa musibah banjir untuk melakukan pemantauan secara langsung, sekaligus memberikan bantuan sembako bagi 1.925 KK tersebut.
Sebanyak dua truk bantuan berupa mie, gula, beras, air minum, dan obat-obatan telah mulai saluran ke sejumlah posko yang didirikan di daerah yang terkena banjir.
Khaidir Rahman