Sholahudin Wahid. TEMPO/Arie Basuki
Topik
Gus Sholah Hanya Bisa Disaingi Ahmad Bagja dan Said Aqil
TEMPO Interaktif, Jombang - Sholahudin Wahid alias Gus Sholah menyebut dua nama yang diperkirakan mampu menyaingi dirinya dalam pemilihan ketua dewan tanfidz Pengurus Besar Nahdhatul Ulama (PBNU) dalam Muktamar ke-32, di Makassar, 23 hingga 28 Maret 2010 nanti. Dua nama itu adalah, Said Aqil Siradj dan Ahmad Bagja.
"Hanya mereka dan saya yang kuat," kata dia, Kamis (18/3).
Hanya saja, dia tidak menyebut alasan perkiraanya itu. Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng Jombang, Jawa Timur itu mengaku hanya melihat sepintas peta arah dukungan dari para Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama yang tersebar di seluruh Indonesia. Sebagian besar para pengurus cabang lebih condong kepada dirinya, Said Aqil Siradj, dan Ahmad Bagja.
Sebab itu, besar kemungkinan dalam Muktamar nanti hanya tiga nama itu yang lolos. Adapun tiga nama lain, yakni Slamet Efendy Yusuf, Masdar F Mas'oedi, dan Ali Maschan Musa, yang juga disebut bakal turut meramaikan bursa pilihan ketua umum Nahdlatul Ulama itu memiliki peluang kecil. "Saya prediksi yang lolos, maju sebagai calon hanya tiga," ucapnya.
Gus Sholah juga sangat percaya diri menjelang Muktamar nanti. Dia yakin mampu mendapatkan dukungan dari 100 pengurus cabang seperti yang disyaratkan oleh organisasi. Keyakinan adik kandung almarhum Gus Dur itu bukan isapan jempol. Buktinya, sore tadi, 39 pengurus cabang di Jawa Timur mendatangi kediamanya untuk memberi dukungan.
Gus Sholah, dianggap bisa membawa perubahan di Nahdlatul Ulama. Selain karena trah, dia juga dianggap bisa komunikasi dengan banyak kalangan."Menurut mereka (Pengurus PCNU) saya ini orangnya tidak neko-neko dan juga bersih karena tidak pernah terlibat kasus apapun," ujarnya percaya diri.
MUHAMMAD TAUFIK