Bupati Malang dan Istrinya Dipinang Partai Berbeda

TEMPO Interaktif, Malang - Bupati Malang Sujud Pribadi dan istrinya, Martiyani Setyaningsih alias Tyas Sujud Pribadi, dipinang oleh dua calon bupati sebagai calon wakil bupati dalam ajang pemilihan kepala daerah tahun ini. Sujud dipinang calon bupati yang diusung PDI Perjuangan. Sedangkan Tyas “dilamar” calon bupati yang dijagokan Partai Demokrat.

Mochammad Geng Wahyudi, calon bupati dari PDI Perjuangan, berhasrat mengajak Sujud berduet sebagai calon wakilnya karena Sujud tak boleh maju sebagai calon bupati setelah dua periode menjabat. Masa jabatan Sujud berakhir pada Oktober nanti.

Geng mengaku sudah melakukan pendekatan intensif terhadap Sujud. Ia merasa ada kecocokan ideologi karena Sujud juga kader PDI Perjuangan. Sujud dinilainya sebagai bupati yang merakyat, pekerja keras, dan rajin turun langsung ke masyarakat lewat aksi sambang desa sehingga Sujud punya modal suara yang besar. Pendukungnya punya loyalitas tinggi. Geng optimistis bisa mendulang 70 persen suara bila berhasil mengajak Sujud berdut. Namun ia menukas Sujud hanya salah satu dari 15 kandidat yang ia lirik.

“Harus disurvei dulu tingkat kepopulerannya dan potensi lain dari beliau. Biarkan tim independen kami bekerja dulu untuk itu. Saya berharap hasil survei menempatkan tingkat keterpilihannya tertinggi, minimal nama beliau masuk tiga besar kandidat paling berpotensial untuk saya ajak membangun Kabupaten Malang,” kata Geng, Kamis (18/3).

Sujud sendiri mengaku bersedia “turun pangkat” jadi calon wakil bupati. Baginya, jabatan itu hanya sarana untuk meneruskan program-program kerja yang belum selesai selama ia menjabat. “Yang penting saya masih bisa mengabdi untuk rakyat,” kata Sujud.

Rendra yang kini Wakil Bupati Malang kembali maju sebagai calon bupati. Rendra pun dikabarkan berminat menggandeng Sujud sebagai calon wakil bupati. “Segala kemungkinan itu bisa saja terjadi, tapi saya tetap maju sebagai calon bupati,” kata Rendra saat ditanya kemungkinan dirinya menggandeng Sujud.

Sujud juga dilirik Agus Wahyu Arifin, bekas kepala Dinas Kesehatan yang maju sebagai calon bupati lewat Partai Demokrat. Jika Sujud menolak, Agus siap meminang Tyas Sujud Pribadi sebagai gantinya.

“Mereka berdua memang memiliki kredibilitas, akuntabilitas dan ektabilitas yang cukup bagus di mata masyarakat Kabupaten Malang. Tapi semuanya baru bisa saya putuskan bila survei oleh tim kami selesai. Itu pun terserah pada DPP (Partai Demokrat) karena yang melakukan survei orang-orang partai,” kata Agus.

Tyas sendiri dalam beberapa kesempatan menyatakan bersedia maju sebagai calon bupati lewat jalur independen. Dia mengaku sudah didekati beberapa calon bupati lain untuk diajak berduet.

“Ada juga calon yang ingin menjadi calon wakil bupati saya, tapi saya belum bisa memutuskannya. Saya menunggu laporan dari para pendukung saya,” kata Tyas.

Tyas mengaku pendukungnya mayoritas berasal dari arus bawah PDI Perjuangan yang notabene para pendukung suaminya. Tyas dan para pendukungnya kini berjuang mendapatkan dukungan dari minimal 81 ribu warga sebagaimana disyaratkan bagi calon independen.

 

ABDI PURNOMO