Anas Urbaningrum. TEMPO/Zulkarnain
Topik
Anas Urbaningrum: Koalisi Perlu Partner Baru
TEMPO Interaktif, Jakarta -Ketua Fraksi Partai Demokrat Anas Urbaningrum mengakui partainya sedang memantapkan koalisi. Pihaknya tidak menutup kemungkinan "kawan baru" dalam koalisi jika ada peserta yang tidak setia dan tidak solid. "Jika terpaksa ada partai yang harus kena talak dengan baik-baik, berarti koalisi memang perlu adanya partner baru yang bersedia se-iya sekata dan senasib sepenanggungan," katanya di Jakarta, Kamis (18/3).
Meski demikian, kata Anas, Demokrat sebagai pemimpin koalisi masih mengutamakan menjaga keutuhan "rumah tangga"nya. Selain memantapkan dan mengevaluasi koalisi, partainya juga menjalankan politik koalisi terbuka.
Dia juga menyatakan, pemerintah tak terlalu terburu-buru merombak kabinet. Namun pada saatnya nanti, peserta koalisi akan diminta kejelasan mengenai sikap masing-masing partai. "Tujuannya agar jelas memilih di dalam atau diluar pemerintahan. Tidak baik berada di dalam tetapi jiwa dan sikap politiknya serupa dengan oposisi," kata dia.
Pernyataan Anas ini menanggapi usulan Ketua Fraksi PDI Perjuangan Tjahjo Kumolo yang menyarankan Presiden SBY segera melakukan tata ulang koalisi untuk memperkuat pemerintahan maupun di dewan. Menurut politikus senior PDIP itu, koalisi "gemuk" saat ini terbukti rapuh dilihat dari proses Angket Bank Century. "Membangun koalisi yang efektif sangat mendesak. Agar keputusan politik pembangunan pemerintah kuat didukung DPR yang solid," ujarnya.
Sekjen Partai Demokrat Amir Syamsuddin mengatakan, terlalu prematur menanggapi pernyataan dari politisi PDI Perjuangan tersebut. "Apakah itu sikap resmi atau bukan kami tidak tahu, karenanya Demokrat menyikapinya dengan hati-hati," katanya.
MUNAWWAROH