ACEH. 16/3 - FOTO TERORIS. Seorang petugas kepolisian menempel foto teroris di Desa Ule Jalan Kecamatan Banda Sakti Lhokseumawe Propinsi Aceh. Selasa. (16/3). Penyebaran dan penempelan foto teroris disejumlah Pasantren dan tempat keramaian agar masyarakat mengenal dan melaporkan jika melihat para teroris di Aceh. FOTO ANTARA/Rahmad/ed/nz/10
Topik
Infografis
PPATK: Dana Teroris dari Dalam Negeri
TEMPO Interaktif, Jakarta -Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan Yunus Husein menyatakan bila transaksi keuangan yang terkait teroris lebih banyak berasal dari dalam negeri. Jumlah dana transaksi keuangan itu, menurutnya pun dalam skala kecil. Tidak sampai ratusan juta rupiah.
Sejak 2003 hingga akhir 2009, PPATK menerima sekitar 97 laporan transaksi yang diduga terkait teroris. Laporan terakhir, kata Yunus, didapat setelah bom JW Marriott-Ritz Carlton. “Untuk teroris di Aceh memang ada permintaan dari kepolisian, tapi belum ada hasilnya,” kata Yunus, Kamis (18/3).
Sebelumnya ada sinyalemen bahwa Dulmatin, pakar perakit bom yang ditembak di Pamulang, Tangerang, tengah menyiapkan penyerangan. Konon, Dulmatin keluar dari persembunyiannya karena ada dana sekitar Rp 500 juta. Dana itu, menurut polisi, sebagian digunakan untuk keperluan latihan para anggota Al Qaidahan Tandzim Aceh.
Karena ada aliran dana teroris itulah PPATK ikut sibuk. Mereka telah melakukan penelusuran dana teroris ini sudah dilakukan selama enam tahun. Namun tugas tambahan itu belum diformalkan dalam undang-undang. Pada Oktober 2006, rancangan undang-undang itu sudah dikirm ke DPR namun belum pernah dibahas, hingga akhirnya dikembalikan ke pemerintah lagi. “Setelah disempurnakan, Februari lalu rancangan undang-undang itu dikembalikan lagike DPR,” kata dia.
Kamis, 18 Maret 2010, PPATK melakukan rapat koordinasi dengan Kementerian Koordinator Politik, Hukum, dan HAM, Kejaksaan Agung, Kepolisian, serta Kementerian Luar Negeri. Dalam rapat itu mereka membahas mengenai sistem dan kewajiban PPATK dalam mengatasi pencucian uang dan dana teroris.
CORNILA DESYANA
Web via